Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (23/1/2026). Mengutip Bloomberg, rupiah di pasar spot menguat 0,45% secara harian ke Rp 16.820 per dolar AS.
Sedangkan berdasarkan Jisdor Bank Indonesia (BI), rupiah juga menguat 0,38% secara harian ke 16.838 per dolar AS.
Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan, rupiah menguat lebih lanjut pada perdagangan di hari Jumat, didukung oleh pulihnya sentimen terkait dengan tarif Greenland yang dibatalkan, sehingga mendorong sentimen risk-on di pasar keuangan secara umum.
Hal ini juga tercermin dari terapresiasinya mata uang Asia di hari Jumat.
Baca Juga: Rupiah Spot Melemah 0,10% ke Rp 16.904 per Dolar AS pada Senin (19/1) Pagi
“Sepanjang pekan, pergerakan rupiah cenderung dinamis, di mana di awal pekan, rupiah melemah hingga ke level Rp 16.950 per dolar AS, terlemah sepanjang sejarah, akibat kekhawatiran investor terkait dengan independensi BI dan pelebaran defisit APBN,” ujar Josua kepada Kontan, Jumat (23/1/2026).
Josua menambahkan, pelemahan rupiah juga terkait dengan sentimen risk-off akibat ancaman tarif AS terhadap Uni Eropa.
Namun sentimen-sentimen tersebut mulai mereda setelah pengumuman rapat dewan gubernur (RDG) BI. Serta ditariknya kebijakan tarif oleh Donald Trump. “Pasar menanti pengumuman rapat FOMC yang digelar pada 27-28 Januari 2026,” ucap Josua.
Baca Juga: Menanti Kesepakatan Tarif, Begini Proyeksi Rupiah Senin (19/1)
Chief Analyst Doo Financial Futures, Lukman Leong mengatakan, Rupiah ditutup menguat terhadap dolar AS didukung melunaknya sikap Trump mengenai hal seputar Greenland, serta pernyataan kuat akan komitmen BI mengintervensi.
Lukman menilai bahwa rupiah masih belum sepenuhnya keluar dari masalah, situasi geopolitik seputar Greenland masih jauh dari kepastian, dan kekuatiran defisit anggaran menembus 3% masih ada.
“Dengan absennya data – data ekonomi penting dari dalam maupun luar, perkembangan geopolitik di akhir pekan akan mendikte arah rupiah Senin (26/1),” ucap Lukman.
Baca Juga: Rupiah Melemah ke Rp 16.921 per Dolar AS Senin (19/1) Siang, Simak Proyeksi Analis
Lukman memproyeksikan rupiah pada Senin (26/1/2026) berkisar di rentang Rp 16.800 – Rp 16.900 per dolar AS. Sementara Josua memperkirakan rupiah dalam rentang Rp 16.775 – Rp 16.925 per dolar AS.
Selanjutnya: Penetrasi Fixed Broadband Belum Optimal, Simak Rekomendasi Saham Telekomunikasi
Menarik Dibaca: 5 Manfaat Rutin Minum Kopi Setiap Hari untuk Kesehatan Tubuh
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













