kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.014   51,00   0,28%
  • IDX 5.763   68,00   1,19%
  • KOMPAS100 747   12,10   1,65%
  • LQ45 568   11,21   2,01%
  • ISSI 199   0,93   0,47%
  • IDX30 322   6,63   2,10%
  • IDXHIDIV20 396   7,74   1,99%
  • IDX80 85   1,50   1,79%
  • IDXV30 108   1,49   1,40%
  • IDXQ30 104   1,80   1,77%

Distribusi Voucher (DIVA) incar perolehan dana Rp 800 miliar lewat IPO


Senin, 15 Oktober 2018 / 20:53 WIB
ILUSTRASI. Kasir Digital


Reporter: Willem Kurniawan | Editor: Sanny Cicilia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. PT M Cash Integrasi Tbk (MCAS) tengah mempersiapkan anak usahanya, PT Distribusi Voucher Nusantara (DIVA) untuk melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

"Melalui IPO DIVA, dana yang ditargetkan berkisar antara Rp 600 milliar sampai dengan Rp 800 miliar," kata Martin Suharlie, Presiden Direktur MCAS, pekan lalu.

Dana hasil dari Penawaran Umum Saham Perdana ini, sebesar 55% digunakan untuk peningkatan modal kerja, 40% untuk investasi di bidang teknologi informasi, dan 5% untuk pengembangan SDM.

Stanley Tjiandra, Head of Investor Relations MCAS mengatakan DIVA akan melakukan Initial Public Offering pada kuarter keempat tahun ini.

"IPO akan dilaksanakan pada bulan November 2018. Tidak ada perubahan pada target kisaran dari IPO," kata Stanley.

Dalam IPO tersebut, DIVA akan melepas 30% kepemilikan saham untuk publik, atau saham yang ditawarkan sebanyak-banyaknya 214,28 juta saham. " Target utama investor adalah investor institusi yang memiliki horizon investasi jangka panjang," kata Stanley.

Sayang, untuk kepastian harga per saham masih belum bisa diungkapkan oleh pihak manajemen. DIVA menunjuk Kresna Sekuritas, Trimegah Sekuritas dan Sinarmas Sekuritas sebagai penjamin efek. "Saat ini, Perseroan belum dapat menentukan harga penawaran saham IPO. Ditentukan setelah masa book building," kata Stanley.

Ke depannya, MCAS akan semakin aktif untuk memperluas usaha dan jaringan distribusi serta menciptakan sinergi bisnis yang dapat memberikan nilai tambah bagi semua pemangku kepentingan dalam upayanya untuk melengkapi ekosistem digitalnya.

"MCAS juga akan semakin melebarkan sayapnya ke beragam industri lifestyle, seperti restauran, pariwisata, dan lain sebagainya," kata Stanley.

MCAS juga akan berinovasi dalam pemanfaatan teknologi untuk mengembangkan aplikasi berbasis kecerdasan buatan (artificial intelligent), pemanfaatan teknologi dalam mengembangkan Internet of Things (IoT), pemanfaatan teknologi untuk mendukung proses KYC (know your customer) guna memberikan layanan yang aman bagi para mitra usaha maupun konsumen.

Berdasarkan riset terakhir yang dikeluarkan oleh Yuanta Sekuritas dan BCA Sekuritas, MCAS diproyeksikan akan membukukan pendapatan pada kisaran Rp 3,7 triliun sampai Rp 4,2 triliun pada tahun 2018. Adapun laba bersih Perseroan diproyeksikan akan mencapai kisaran Rp 67 miliar hingga Rp 76 miliar pada tahun 2018.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×