kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.663.000   -6.000   -0,22%
  • USD/IDR 16.917   7,00   0,04%
  • IDX 9.075   42,82   0,47%
  • KOMPAS100 1.256   8,05   0,64%
  • LQ45 889   7,35   0,83%
  • ISSI 330   0,23   0,07%
  • IDX30 452   3,62   0,81%
  • IDXHIDIV20 533   4,12   0,78%
  • IDX80 140   0,85   0,61%
  • IDXV30 147   0,15   0,10%
  • IDXQ30 145   1,19   0,83%

Disokong 10 sektor, IHSG tampil perkasa pagi ini


Kamis, 07 Juni 2012 / 09:30 WIB
Disokong 10 sektor, IHSG tampil perkasa pagi ini
ILUSTRASI. Kelapa sawit. REUTERS/Roni Bintang/File Photo


Reporter: Dyah Ayu Kusumaningtyas | Editor: Dupla Kartini

JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dibuka menguat pada perdagangan Kamis (7/6). Pada pukul 09.31 WIB, indeks tercatat sudah melesat 1,58% ke level 3.900,86.

Laju penguatan indeks terdongkrak reli yang terjadi pada seluruh sektor saham. Saham-saham dari sektor pertambangan paling banyak diburu sehingga naik 2,6%. Disusul sektor barang konsumsi yang juga terangkat 2,05%.

Sebanyak 134 saham sudah berhasil naik di teritori hijau, dan hanya 13 saham yang masih terkoreksi. Sementara 26 saham lainnya masih diam di tempat.

Saham-saham bluechips yang menempati posisi top gainers, antara lain PT United Tractors Tbk (UNTR) yang melesat 3,4% ke Rp 24.300. Diikuti, saham PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) dengan kenaikan 2,93% ke Rp 33.350, dan saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) yang maju 2,52% ke level Rp 6.100.

Sementara saham yang masih terjebak di zona merah dan menduduki posisi top losers, adalah PT Bank danamon Tbk (BDMN) yang turun 1,69% ke Rp 5.800. Juga, PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk (INTP) yang harganya melorot 0,29% ke Rp 17.350.

Kepala Riset Universal broker Indonesia Satrio Utomo mengungkapkan, kembalinya Dow Jones Industrial Average (DJIA) ke dalam tren naik, membuka potensi penguatan lanjutan pada IHSG menuju kisaran resistance di 3.900-3.950.

Satrio memprediksi, pergerakan saham hari ini, akan berlangsung merata. "Posisi beli sebaiknya hanya dilakukan pada saham-saham yang masih jauh dari level harganya ketika IHSG berada di atas 4.000," sarannya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×