Reporter: Aris Nurjani | Editor: Noverius Laoli
Analis Bahana Sekuritas Nathania Giovanna dan Baruna Arkasatyo dalam risetnya mengatakan AlloFresh dapat mengirimkan barang paling segar dengan salah satu jenis kemasan teraman meskipun dalam durasi yang lebih lama dibandingkan dengan produk sejenis lainnya.
Allo Fresh berencana untuk menargetkan kota tier-1 terlebih dahulu, kemudian berkembang ke non-tier 1 dan Allo Fresh berencana untuk menyediakan layanan Bisnis ke bisnis ke konsumen (B2B2C) di Mitra Bukalapak.
Analis Bahana Sekuritas mengatakan pasar grosir Indonesia diproyeksikan mencapai US$ 170 miliar pada 2022, menjadikan Indonesia sebagai pasar grosir terbesar ke-13 dan keempat di dunia dan Asia, menurut Institute of Grocery Distribution (IGD).
Baca Juga: Rebalancing Indeks MSCI Indonesia, Tiga Saham Ini Diprediksi Jadi Anggota Baru
"Selain itu, Indonesia adalah pasar e-niaga terbesar di ASEAN, mencapai US$ 35 miliar pada tahun 2020 dan akan mencapai US$ 104 miliar pada tahun 2025," ucap Bahana Sekuritas.
Selain itu, investasi BUKA di Allo Bank akan segera direalisasikan karena aplikasi siap diluncurkan ke publik pada kuartal kedua 2022.
"Saat ini aplikasi tersebut dalam tahap pengujian beta yang hanya tersedia untuk karyawan CT-Corp. Perhatikan bahwa BUKA hanya memiliki 11,5% saham di Allo Bank, sehingga hasilnya tidak akan dikonsolidasikan ke dalam pembukuan BUKA,"tutur Bahana Sekuritas.
Allo Bank dapat memanfaatkan ekosistem BUKA dengan memperoleh data dan analisis pendapatan bisnis nasabah, termasuk review dan transaksi nasabah, dari aplikasi BUKA untuk menentukan credit scoring.
Baca Juga: Bukalapak (BUKA) Masih Fokus Meningkatkan Take Rate di Tahun 2022
Paulus merekomendasikan buy terhadap saham PT Bukalapak dengan TP sebesar Rp 830 per saham. Sucor masih suka dengan BUKA dengan TPV dan potensi pertumbuhan top-line, kekuatan yang disebutkan di atas dalam neraca mereka, dan jalan menuju keuntungan.
Henry merekomendasikan overweight terhadap saham PT Bukalapak sebesar Rp 600 persaham dan Bahana Sekuritas mempertahankan HOLD dan memotong TP 12 bulan terhadap saham PT Bukalapak menjadi Rp 322 per saham yang sebelumnya Rp 510 per saham.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News












