kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Dibayangi Sentimen The Fed, Pasar Aset Kripto Masih Diwarnai Volatilitas Tinggi


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:25 WIB
Dibayangi Sentimen The Fed, Pasar Aset Kripto Masih Diwarnai Volatilitas Tinggi
ILUSTRASI. Harga Bitcoin terkoreksi tajam pekan ini. (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Volatilitas pasar aset kripto masih cukup tinggi. Hal ini dipengaruhi berbagai sentimen salah satunya sentimen moneter kebijakan The Fed. 

Mengutip Coin Market Cap Jumat (30/1) pukul 14.51 WIB, harga Bitcoin terkoreksi 7,55% dalam sepekan ke level US$ 82.651. Harga Ethereum (ETH) juga 6,99% dalam sepekan ke level US$ 2.736. 

Analis Tokocrypto, Fyqieh Fachrur mengatakan, koreksi harga sejumlah aset kripto utama dalam sepekan terakhir dipengaruhi oleh kombinasi sentimen makroekonomi, geopolitik, serta tekanan teknikal pasar.

Baca Juga: Danantara Sebut 30% Market di Bursa dari BUMN, Rosan Minta BEI Lebih Transparan

Dari sisi makroekonomi, pasar merespons negatif meningkatnya ketidakpastian kebijakan moneter Amerika Serikat. Penunjukan Kevin Warsh sebagai Ketua The Fed menggantikan figur yang dinilai lebih pro-kripto memicu kekhawatiran terhadap arah kebijakan yang berpotensi lebih hawkish. Hal ini diperkuat dengan keputusan The Fed yang mempertahankan suku bunga di kisaran 3,50%–3,75% serta sinyal bahwa bank sentral belum terburu-buru melakukan pemangkasan suku bunga. 

“Kondisi ini menekan minat investor terhadap aset berisiko, termasuk kripto,” ujar Fyqieh kepada Kontan, Jumat (30/1). 

Selain itu, Fyqieh melihat sentimen geopolitik global turut membebani pasar. Meningkatnya tensi di Timur Tengah, termasuk pengiriman tambahan kapal perang AS dan persiapan latihan militer Iran di sekitar Selat Hormuz, mendorong investor mengambil posisi defensif dan mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Tekanan jual juga diperparah oleh leverage flush di pasar kripto. Data menunjukkan dalam 24 jam terjadi likuidasi sekitar US$319,25 juta, dengan dominasi posisi long sebesar US$ 307,59 juta. 

Baca Juga: Aksi Jual Saham BULL Berlanjut, Danatama Kapital Divestasi Rp 333,78 Miliar

“Likuidasi besar ini mempercepat penurunan harga Bitcoin yang sempat menyentuh level terendah sejak 19 Desember di kisaran US$84.564, sebelum akhirnya bergerak di area US$ 82.000–US$ 83.000,” terang Fyqieh. 

Sementara itu, arus keluar dana institusional turut menambah tekanan. Bitcoin ETF mencatat net outflow dalam 7 dari 8 hari perdagangan terakhir, dengan total arus keluar mencapai sekitar US$ 278 juta sepanjang bulan berjalan.

“Secara keseluruhan, koreksi harga Bitcoin dan Ethereum dalam sepekan terakhir merupakan hasil dari kombinasi ketidakpastian kebijakan The Fed, meningkatnya risiko geopolitik, likuidasi besar akibat leverage tinggi, pelemahan teknikal, serta berkurangnya aliran dana institusional ke pasar kripto,” ungkap Fyqieh.

Analis Reku Fahmi Almuttaqin mengatakan, pasar kripto baru saja melewati malam yang mencekam. Bitcoin (BTC) terjun bebas hampir US$ 10.000 dalam 24 jam terakhir, menyentuh level US$ 81.000. Kejatuhan ini memicu likuidasi massal posisi long mencapai US$1,75 miliar di seluruh bursa. Sementara aset besar lainnya seperti Ethereum dan XRP turut ambles antara 7% sampai 9%.

“Koreksi tajam ini membuktikan bahwa Bitcoin lebih berperilaku sebagai aset berisiko (risk-on) yang sangat volatile dan sensitif terhadap kebijakan moneter, bukan seperti digital gold,” ujar Fahmi kepada Kontan, Jumat (30/1/2026).   

Baca Juga: Harga Bitcoin Terkoreksi 7,60%, Turun ke Level US$ 82.000

Namun, Fahmi meminta investor perlu jeli melihat langkah Trump. Meski Kevin Warsh dikenal tegas, pencalonannya kemungkinan besar adalah strategi Trump untuk membuat The Fed lebih kooperatif dalam menangani beban bunga utang AS yang kini mencekik anggaran negara. Warsh dikenal sebagai orang yang sangat kritis terhadap kemandirian kaku The Fed.

“Kami melihat ini sebagai fase kapitulasi di mana pasar sedang mencerna transisi kekuasaan di bank sentral. Jika Warsh akhirnya melunak demi menyelamatkan fiskal AS dari beban utang, maka volatilitas ini hanyalah guncangan sementara sebelum rotasi modal kembali terjadi,” ucap Fahmi.   

Sementara itu, Fyqieh bilang prospek aset kripto pada kuartal I-2026 diperkirakan masih diwarnai volatilitas tinggi, seiring pasar terus merespons dinamika kebijakan moneter global, perkembangan geopolitik, serta pergerakan arus dana institusional. 

Sikap The Fed yang masih cenderung berhati-hati dalam menurunkan suku bunga berpotensi menahan laju penguatan aset berisiko, termasuk kripto, dalam jangka pendek. Namun, jika kejelasan arah kebijakan moneter dan regulasi terhadap aset digital mulai terbentuk, sentimen pasar dapat berangsur membaik dan membuka ruang pemulihan harga.

Terkait strategi investasi, Fyqieh mengatakan, dalam kondisi pasar kripto yang masih volatil, strategi investor sebaiknya lebih mengedepankan manajemen risiko dan pendekatan bertahap. Investor disarankan untuk tidak terburu-buru mengambil posisi besar, melainkan menerapkan strategi akumulasi bertahap seperti dollar cost averaging (DCA) guna mengurangi risiko masuk di harga puncak. 

“Diversifikasi portofolio juga menjadi penting, tidak hanya antar aset kripto utama seperti Bitcoin dan Ethereum, tetapi juga dengan membagi alokasi ke instrumen lain sesuai profil risiko masing-masing investor,” ujar Fyqieh.

Selanjutnya: Hasil Thailand Masters 2026: 2 Tunggal Putra RI ke Semifinal, Kunci 1 Tiket Final

Menarik Dibaca: Hasil Thailand Masters 2026: 2 Tunggal Putra RI ke Semifinal, Kunci 1 Tiket Final

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×