kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.120.000   -48.000   -1,52%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Danantara Sebut 30% Market di Bursa dari BUMN, Rosan Minta BEI Lebih Transparan


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:20 WIB
Danantara Sebut 30% Market di Bursa dari BUMN, Rosan Minta BEI Lebih Transparan
ILUSTRASI. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) u (Arif Ferdianto/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola (governance). Hal ini mendesak lantaran kontribusi perusahaan pelat merah terhadap total kapitalisasi pasar di bursa cukup signifikan.

CEO Danantara, Rosan P. Roeslani mengungkapkan, pihaknya memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas dan keterbukaan pasar modal. Pasalnya, banyak perusahaan di bawah naungan BUMN yang sudah melantai sebagai perusahaan publik.

"Kalau kami lihat lebih dalam lagi, hampir 30% dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita," ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS Hari Ini (30/1), Asia Terkoreksi

Melihat besarnya porsi tersebut, Rosan mendorong agar otoritas bursa bisa menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik secara konsisten. Menurutnya, bursa yang lebih terbuka akan memberikan perlindungan dan kepercayaan lebih bagi investor maupun emiten BUMN.

"Kami juga ingin mendorong agar bursa kita ini menjadi lebih transparan, lebih terbuka, dan juga selalu menjunjung tinggi tata kelola governance yang baik yang harus kita selalu pikirkan secara terus-menerus," tegasnya.

Terkait rencana akselerasi program demutualisasi bursa, Danantara menyatakan sikap terbuka. Rosan menyebut, skema ini telah lazim dilakukan oleh banyak Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain yang juga menjadi bagian dari pemegang saham bursa.

Rosan menambahkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mendalami potensi keterlibatan Danantara di bursa. Ia menilai langkah ini merupakan sinyal positif untuk memperdalam pasar modal Indonesia agar lebih kompetitif di kancah global.

"Kita juga akan buka tim bursanya untuk melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif. Perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam, dan memberikan transparansi yang lebih baik," ujar dia.

Selanjutnya: OJK Pastikan Tidak Ada Intervensi Terkait Pengunduran Diri Dirut BEI

Menarik Dibaca: Promo Cokelat Valentine di Hypermart sampai 5 Februari 2026, Ada Beli 1 Gratis 1

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×