kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.680   99,00   0,56%
  • IDX 6.599   -124,08   -1,85%
  • KOMPAS100 874   -18,96   -2,12%
  • LQ45 651   -6,79   -1,03%
  • ISSI 238   -4,84   -1,99%
  • IDX30 369   -2,15   -0,58%
  • IDXHIDIV20 456   0,25   0,05%
  • IDX80 100   -1,80   -1,77%
  • IDXV30 128   -1,20   -0,93%
  • IDXQ30 119   -0,20   -0,17%

Danantara Sebut 30% Market di Bursa dari BUMN, Rosan Minta BEI Lebih Transparan


Jumat, 30 Januari 2026 / 15:20 WIB
Danantara Sebut 30% Market di Bursa dari BUMN, Rosan Minta BEI Lebih Transparan
ILUSTRASI. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) u (Arif Ferdianto/Arif Ferdianto)


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) meminta PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk meningkatkan transparansi dan tata kelola (governance). Hal ini mendesak lantaran kontribusi perusahaan pelat merah terhadap total kapitalisasi pasar di bursa cukup signifikan.

CEO Danantara, Rosan P. Roeslani mengungkapkan, pihaknya memiliki kepentingan besar terhadap stabilitas dan keterbukaan pasar modal. Pasalnya, banyak perusahaan di bawah naungan BUMN yang sudah melantai sebagai perusahaan publik.

"Kalau kami lihat lebih dalam lagi, hampir 30% dari total market kapitalisasi pasar yang ada di bursa itu adalah kontribusi dari BUMN kita," ujarnya dalam konferensi pers di Wisma Danantara, Jakarta, Jumat (30/1/2026).

Baca Juga: Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 16.786 per Dolar AS Hari Ini (30/1), Asia Terkoreksi

Melihat besarnya porsi tersebut, Rosan mendorong agar otoritas bursa bisa menjunjung tinggi prinsip tata kelola yang baik secara konsisten. Menurutnya, bursa yang lebih terbuka akan memberikan perlindungan dan kepercayaan lebih bagi investor maupun emiten BUMN.

"Kami juga ingin mendorong agar bursa kita ini menjadi lebih transparan, lebih terbuka, dan juga selalu menjunjung tinggi tata kelola governance yang baik yang harus kita selalu pikirkan secara terus-menerus," tegasnya.

Terkait rencana akselerasi program demutualisasi bursa, Danantara menyatakan sikap terbuka. Rosan menyebut, skema ini telah lazim dilakukan oleh banyak Sovereign Wealth Fund (SWF) di negara lain yang juga menjadi bagian dari pemegang saham bursa.

Rosan menambahkan, pihaknya telah membentuk tim khusus untuk mendalami potensi keterlibatan Danantara di bursa. Ia menilai langkah ini merupakan sinyal positif untuk memperdalam pasar modal Indonesia agar lebih kompetitif di kancah global.

"Kita juga akan buka tim bursanya untuk melihat bahwa ini adalah sesuatu yang sangat positif. Perlu kita lakukan ke depannya agar bursa kita ini menjadi lebih baik, lebih dalam, dan memberikan transparansi yang lebih baik," ujar dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×