kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.343
  • EMAS679.000 -0,29%
  • RD.SAHAM 0.04%
  • RD.CAMPURAN 0.21%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.04%

Dibayangi data ekonomi yang negatif, euro merunduk di hadapan dollar AS

Selasa, 08 Januari 2019 / 17:34 WIB

Dibayangi data ekonomi yang negatif, euro merunduk di hadapan dollar AS
ILUSTRASI. Kurs dollar AS - Euro eropa

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kurs mata uang euro rupanya harus menunduk di hadapan dollar Amerika Serikat. Kabar negosiasi Amerika Serikat dan China mengenai perang dagang, serta data ekonomi di euro menjadi sentimen pergerakan dua mata uang negara tersebut.

Mengutip Bloomberg, Selasa (8/1), pasangan mata uang EUR/USD harus melemah 0,27% atau berada di rentang 1,1445.


Menurut analis Asia Tradepoint Futures, Andri Hardianto mengatakan lemahnya mata uang euro karena beberapa faktor. Pertama, dari segi teknikal awalnya mata uang euro tampak rebound dari dollar. Namun, mata uang negara Eropa tersebut harus melemah karena rilisnya data ekonomi di beberapa negara Eropa.

“Kalau dilihat data produksi industri di Jerman melemah 1,9% dari yang diperkirakan 0,3%. Begitu juga dengan neraca dagang di Prancis yang turun 5,1 miliar dari yang diperkirakan hanya turun 4,9 miliar,” ucap Andri kepada Kontan.co.id, Selasa (9/1).

Andri juga menilai bahwa kesepakatan Brexit masih di ambang ketidakpastian. Itulah mengapa mata uang euro masih terlihat lemah dari mata uang dollar. Sementara untuk mata uang dollar, Andri melihat bahwa kabar negosiasi Presiden Trump dan Xi Jinping menjadi penguat dollar.

Hanya saja, pelaku pasar sembari melihat rapat pejabat The Fed, Federal Open Market Committee (FOMC) pada Rabu mendatang. Andri mengatakan pasar sedang menunggu sinyal, apakah The Fed sejalan dengan pidato Jerome Powell, yaitu tidak agresif menaikkan suku bunga (dovish) atau sebaliknya.

“Karena diketahui sudah banyak beredar ekspektasi The Fed akan memangkas suku bunga. Dengan begitu, potensi euro menguat ada,” tandasnya.

Andri memproyeksi pasangan mata uang EUR/USD besok berpotensi menguat. Selain ekspektasi kenaikan suku bunga yang dovish, ia menyebut jika perang dagang berakhir positif maka ini akan menguntungkan China. 

“Kita tahu bahwa China merupakan mitra dagang negara-negara berkembang. Jadi, perang dagang yang berakhir bisa menjadi lokomotif perdagangan China naik. Dan dollar pun bisa melemah,” pungkasnya.

Secara teknikal, ia melihat pasangan mata uang EUR/USD bergerak di bawah garis MA 50, dan di atas garis MA 100 juga 200. Sementara indikator RSI berada di level 14 yang mengindikasi netral. Untuk indikator stochastic berada di level 53,7 dan indikator MACD bergerak di level 0,002.

Pasangan EUR/USD esok diperkirakan di rentang support 1,1427-1,1376-1,1347 dan rentang resistance 1,1507-1,1536-1,1588. Andri merekomendasikan buy bila harga pasangan di atas level 1,1450.


Reporter: Jane Aprilyani
Editor: Herlina Kartika
Video Pilihan

Tag
TERBARU
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2019 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0004 || diagnostic_api_kanan = 0.0624 || diagnostic_web = 0.3953

Close [X]
×