kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.509   132,00   0,81%
  • IDX 7.771   -180,81   -2,27%
  • KOMPAS100 1.082   -24,22   -2,19%
  • LQ45 794   -17,88   -2,20%
  • ISSI 263   -5,59   -2,08%
  • IDX30 412   -9,22   -2,19%
  • IDXHIDIV20 479   -9,02   -1,85%
  • IDX80 119   -3,01   -2,46%
  • IDXV30 129   -3,65   -2,76%
  • IDXQ30 133   -2,74   -2,01%

Di tengah sentimen corona, simak kinerja sederet logam mulia di kuartal pertama


Minggu, 05 April 2020 / 12:36 WIB
Di tengah sentimen corona, simak kinerja sederet logam mulia di kuartal pertama
ILUSTRASI. Emas batangan. Kuartal I-2020 menjadi periode yang kurang menguntungkan bagi komoditas logam mulia. REUTERS/Toru Hanai/File Photo


Reporter: Hikma Dirgantara | Editor: Tendi Mahadi

Namun pada akhir kuartal I-2020, platinum jeblok ke level US$ 729,90 per ons troi. Hal ini membuat platinum telah terkoreksi hingga 25,79% sepanjang tiga bulan kemarin.

Ibrahim menuturkan anjloknya kinerja platinum tidak terlepas dari persebaran virus corona. Pandemi membuat berbagai negara menetapkan kebijakan work from home hingga lockdown. Kebijakan tersebut berujung tidak beroperasinya pabrik-pabrik, khususnya yang di China, sehingga permintaan terhadap platinum pada akhirnya menurun drastis.

Baca Juga: Harga emas Antam kembali pecahkan rekor, berikut penjelasan analis

“Imbas corona kan banyak pabrik dan perusahaan yang diliburkan sehingga tidak produksi lagi. Padahal platinum merupakan bahan campuran untuk pembuatan senjata, peluru, hingga berbagai barang elektronik,” tutur Ibrahim.

Para analis sependapat bahwa prospek komoditas logam mulia ke depannya masih sangat bergantung terhadap penanganan pandemi virus corona. Jika virus corona mereda, harga komoditas logam mulia diperkirakan akan kembali relatif stabil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×