kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45736,73   34,31   4.88%
  • EMAS931.000 -0,32%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Di Tahun Tikus Logam, ini dua sektor yang diramal bakal mentereng


Sabtu, 25 Januari 2020 / 10:57 WIB
Di Tahun Tikus Logam, ini dua sektor yang diramal bakal mentereng

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Hari ini (25/1/2020), warga Tinghoa merayakan tahun baru Imlek. Hans Kwee, Direktur PT. Anugerah Mega Investama menguraikan, memasuki tahun Tikus Logam kalender China, ada dua sektor yang diperkirakan mentereng di tahun ini. 

"Sektor properti dan tambang logam," jelas Hans. 

Dia menguraikan, Tahun Tikus Logam diyakini memiliki unsur tanah paling dominan. Jika dikaitkan dengan sektor propeti, sektor ini akan mendapat dukungan dari suku bunga acuan yang turun 100 basis poin pada tahun lalu, serta beberapa pelongaran di kebijakan loan to value (LTV). 

"Selain itu, tahun lalu masih tahun pemilu di mana banyak orang menahan diri berinvestasi di properti. Sedangkan tahun 2020, setahun setelah pemilu orang mulai berpikir investasi," paparnya. 

Baca Juga: Memasuki tahun Tikus Logam, berikut saham-saham yang bisa dicermati

Hans juga menilai, goyangnya investasi di produk asurasi dan reksadana sedikit banyak membuka angin segar bagi investasi properti. Pasalnya, peluang orang mengalihkan investasi sangat terbuka. "Investor akan berhati-hati dengan penawaran fixed rate industri asuransi akibat khasus Jiwasraya," ujarnya. 

Dia menguraikan, ada beberapa hal yang menyebabkan investor cemas dengan sektor asuransi. Salah satunya, beberapa perusahaan asuransi menawarkan fixed rate lumayan tinggi tetapi melakukan penempatan di investasi saham dan pasar modal yang cenderung berisiko. "Hal ini yang membuka kekawatiran kasus sama terjadi di beberapa perusahaan asuransi," imbuhnya. 

Di sisi lain, industri reksadana juga terpukul akibat rontoknya lebih dari 35 produk reksadana dari beberapa Manajer Investasi di akhir tahun lalu. Selama ini investor percaya investasi reksadana berisiko lebih rendah dari pada membeli sendiri saham. 

Baca Juga: Yuk, cat ulang warna rumah menurut feng shui di tahun Tikus Logam

"Investor kami perkirakaan akan memilih investasi yang menjajikan dan perlu waktu untuk memulihkan trauma yang ada," jelasnya. 

Hans menguraikan, siklus sektor properti pernah mencapai puncak di tahun 2012-2014 dan lalu berangsur turun. "Maka dari tahun lalu, kami melihat awal periode kenaikan sektor properti. Target top sektor poperti akan terjadi di tahun 2023-2025 dengan awal kenaikan dari 2020," urainya. 

Dia merekomendasikan, selain membeli properti langsung, investor juga dapat membeli beberapa saham atau produk turunannya seperti real estate investment trust (REIT) melalui pasar modal. Dia  merekomendasikan saham BSDE dengan target harga (TP) 1.550, DUTI TP 5.820, LPCK TP 1.450, PWON TP 625 dan APLN TP 1.320.

Baca Juga: Shio apa yang paling beruntung di Tahun Tikus? Simak peruntungannya

Sektor logam kian kinclong

Sektor lain yang juga memiliki outlook positif di Tahun Tikus Logam adalah sektor logam. "Kami merekomendasikan emas, nikel dan timah sebagai pilihan," jelasnya. 

Seperti yang diketahui, harga emas memang terbantu akibat naiknya tensi geopolitik di Timur tengah. Emas dan beberapa mata uang kuat dunia sering dianggap aset safe haven ketika terjadi kenaikan risiko pasar global. Hans menguraikan, selain perang kekawatiran resesi ekonomi dunia akibat perang dagang membawa keuntungan bagi emas. 

"Sedangkan nikel mendapat angin segar dari kenaikan harga akibat kebijakan Indonesia melarang ekspor nikel mentah. Ini mengurangi pasokan dunia. Selain itu pemerintah China juga mengambil tindakan mengamankan cadangan nikelnya," paparnya. 

Baca Juga: Ini prospek industri properti di tahun Tikus Logam

Lantas, bagaimana dengan timah? "Timah juga kami perkirakaan menarik akibat perubahan pada peta kendaraan dunia di mana kendaraan listrik menjadi kebutuhan di masa depan. Hal itu akan menyebabkan kebutuhan timah meningkat ke depannya," urai Hans. 

Dia juga bilang, komoditas nikel dan timah diperlukan untuk komponen pembentukan baterai yang merupakan masa depan energi dunia. "Kami merekomendasikan ANTM TP 850, INCO TP 4.180, MDKA TP 1.520 dan TINS TP 340 sebagai pilihan di sektor ini," tutupnya.




TERBARU

Close [X]
×