kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.122.000   -13.000   -0,41%
  • USD/IDR 16.902   8,00   0,05%
  • IDX 7.940   -77,07   -0,96%
  • KOMPAS100 1.111   -13,95   -1,24%
  • LQ45 806   -6,90   -0,85%
  • ISSI 283   -3,09   -1,08%
  • IDX30 427   -2,07   -0,48%
  • IDXHIDIV20 519   1,40   0,27%
  • IDX80 125   -1,34   -1,06%
  • IDXV30 141   0,27   0,19%
  • IDXQ30 137   -0,41   -0,30%

DEWA belum kantongi dana hasil jual aset


Senin, 02 Maret 2015 / 17:04 WIB
DEWA belum kantongi dana hasil jual aset
ILUSTRASI. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) merambah bisnis Batubara metalurgi


Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Uji Agung Santosa

JAKARTA. PT Darma Henwa Tbk (DEWA) memiliki sejumlah piutang yang belum bisa, bahkan tidak bisa ditagih. Jumlahnya mencapai US$ 67,02 juta. Dengan kurs Rp 13.000 per dollar AS, maka nilai itu setara dengan Rp 871,26 miliar. 

Sejatinya, piutang ini bisa menjadi sumber pendanaan untuk kegiatan operasional perseroan. Mengutip laporan keuangan per akhir Desember 2014, emiten batubara ini memiliki catatan piutang lain-lain dengan nilai ttoal sebesar US$ 46,69 juta. Diantara piutang lain-lain ini ada piutang yang tidak bisa ditagih.

Piutang itu datang dari PT Asmin Koalindo Tuhup (AKT). Piutang ini timbul dari penjualan aset tetap dan persediaan senilai US$ 4,89 juta. Manajemen DEWA akhirnya memutuskan untuk membuat penyisihan atas penurunan nilai dari seluruh piutang AKT.

Penyisihan kerugian itu dilakukan sejak Tahun 2013 lantaran tidak adanya keyakinan dari manajemen piutang tersebut dapat ditagih. Informasi saja, AKT merupakan perusahaan tambang yang merupakan anak usaha PT Borneo Lumbung Energi & Metal Tbk (BORN). 

BORN adalah emiten batubara milik Samin Tan yang tengah terpuruk. Hal ini tercermin dari rugi bersih yang harus ditanggung per akhir September 2014 mencapai US$ 233,93 juta. Selanjutnya, DEWA juga punya piutang hasil divestasi aset yang belum juga masuk kantong.

Aset yang dimaksud adalah 93,47% saham DH Energi dan 100% saham Corfield Investments Limited. Total masing-masing hasil penjualan aset itu sebesar US$ 11,5 juta dan US$ 24 juta. Kedua piutang ini jatuh tempo dalam waktu enam bulan dan dijamin dengan promissory note.

"Pada Januari 2015, perusahaan menerima perpanjangan jangka waktu promissory notes dari Lennette Ltd. dan Canoncom Ltd. sehubungan penjualan investasi tersebut, Presiden Direktur DEWA dalam penjelasan di laporan keuangan.

Selain itu, DEWA juga memiliki piutang usaha yang telah jatuh tempo dalam jangka waktu 1-90 hari. Total nilainya menapai US$ 26,62 juta. Jumlah ini sekitar separuh dari total piutang usaha perseroan per akhir 2014 yang sebesar US$ 56,4 juta. 

Periciannya, piutang yang sudah jatuh tempo 61-90 hari nilainya sekitar US$ 16,21 juta. Kemudian, yang telah lewat 31-60 hari sebesar US$ 5,03 juta dan yang sudah jatuh tempo pada 1-30 hari sebesar US$ 5,38 juta.

Namun, Wachyudi yakin piutang-piutang usaha yang telah jatuh tempo itu dapat ditagih. "(sehingga) cadangan kerugian penurunan nilai piutang tidak diperlukan," pungkasnya. 

DEWA akhirnya berhasil mencetak laba bersih di penghujung 2014. Nilainya sebesar senilai US$ 356.705. Namun, perseroan masih mencatatkan saldo defisit senilai US$ 98,36 juta. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
AI untuk Digital Marketing: Tools, Workflow, dan Strategi di 2026 Mastering Strategic Management for Sustainability

[X]
×