Reporter: Amailia Putri Hasniawati | Editor: Uji Agung Santosa
JAKARTA. Kendati mampu mencetak laba bersih sepanjang 2014, PT Darma Henwa Tbk (DEWA) masih mencatatkan saldo defisit. Nilainya mencapai US$ 98,36 juta.
Presiden Direktur DEWA Wachjudi Martono mengatakan, pihaknya akan terus melanjutkan bisnis dan berupaya meningkatkan kinerja. Ada beberapa hal yang akan dilakukan manajemen untuk memperbaiki kinerja.
Pertama, menjajaki perjanjian baru untuk menggarap bisnis di luar batubara. Kedua, perseroan akan melanjutkan pengembangan proyek tertentu. Perseroan telah mendandatangani perjanjian mining development dengan PT Dairi Prima Mineral.
"Nilai kontrak sebesar US$ 145,26 juta," ujar Wachjudi dalam keterangan laporan keuangan 2014.
Dalam perjanjian kerjasama itu, DEWA memberikan jasa pertambangan di industri zinc. Perseroan berharap, kontrak ini mampu mendongkrak kinerja perseroan di masa mendatang. Sebelumnya, Wachjudi mengatakan, pihaknya juga akan masuk ke bisnis minyak dan gas (migas) dan pembangkit listrik.
Manajemen DEWA menyadari, pihaknya masih mengandalkan dukungan keuangan dari pemegang saham.
Per akhir Desember 2014, pemegang saham mayoritas DEWA adalah Zurich Asset International Ltd, dengan total kepemilikan mencapai 39,29%. Adapun, kepemilikan secara langsung sebesar 21,61% dan melalui Goldwave Capital Limited sebesar 17,68%. Sisanya, sebesar 60,71% dimiliki publik.
Sepanjang 2014, emiten batubara ini mampu mencatatkan laba bersih senilai US$ 356.705. Sedangkan di akhir 2013, DEWA membukukan rugi bersih hingga US$ 51,68 juta. Hal ini disebabkan beberapa faktor. Diantaranya, tidak adanya kerugian akibat penurunan nilai dari aset tetap, persediaan, dan piutang lain-lain.
Mengutip laporan keuangan DEWA per akhir tahun lalu, kerugian atas penurunan ketiga pos tersebut menjadi nol. Padahal, di tahun 2013, total nilai kerugian atas penurunan nilai dari aset tetap mencapai Rp US$ 18,82 juta.
Kemudian rugi penurunan nilai dari persediaan sebesar Rp US$ 8,47 juta, dan dari nilai piutang lain-lain sebesar US$ 4,89 juta. Selain itu, rugi akibat pelepasan aset tetap juga menyusut dari US$ 3,48 juta menjadi hanya US$ 89.579. Beban keuangan perseroan juga mengempis dari US$ 3,72 juta menjadi US$ 2,42 juta.
Perseroan juga mendapaat berkah dari laba sebelum manfaat pajak penghasilan yang nilainya mencapai US$ 6,33 juta. Sementara, dari segi pendapatan DEWA mampu mendongkraknya dari US$ 220,02 juta menjadi US$ 234,66 juta.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













