kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.406.000   2.000   0,14%
  • USD/IDR 16.229
  • IDX 7.285   -28,45   -0,39%
  • KOMPAS100 1.139   -6,91   -0,60%
  • LQ45 919   -4,61   -0,50%
  • ISSI 219   -0,41   -0,19%
  • IDX30 458   -3,27   -0,71%
  • IDXHIDIV20 550   -3,79   -0,68%
  • IDX80 129   -0,55   -0,43%
  • IDXV30 130   -0,01   -0,01%
  • IDXQ30 154   -1,06   -0,68%

Delta Djakarta tak perlu gelar tender offer


Sabtu, 19 Mei 2018 / 10:05 WIB
Delta Djakarta tak perlu gelar tender offer


Reporter: Elisabet Lisa Listiani Putri, Willem Kurniawan | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Rencana Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta melepas seluruh sahamnya di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) kian gamblang. San Miguel dikabarkan bakal menjadi pihak yang menyerap saham divestasi senilai Rp 1 triliun tersebut.

Direktur Utama Bursa Efek Indonesia Tito Sulistio memastikan, DLTA tak perlu melakukan proses tambahan dalam divestasi tersebut. "Tak perlu ada tender offer," ujar dia, Jumat (18/5).

Pasalnya, San Miguel memang sudah merupakan pemegang saham mayoritas DLTA. Perusahaan asal Filipina ini menguasai 58,33% saham DLTA. Sedang Pemprov DKI Jakarta menguasai 26,25% saham DLTA. Sisa 15% saham dipegang oleh masyarakat.

Jadi, tidak ada perpindahan status pengendali, meski San Miguel menjadi pemegang 84% saham DLTA saat divestasi terealisasi. Yang penting, pemerintah provinsi DKI harus konsisten soal divestasi itu. "Jangan sampai tidak jadi dijual karena akan mempengaruhi pasar," tegas Tito.

Analis Semesta Indovest Aditya Perdana Putra mengatakan, nilai divestasi DLTA masih tergolong wajar. Harga jualnya tak terlampau mahal. "Dihargai 3,2 kali price to book value (PBV)," ujar Aditya. PBV DLTA saat ini malah ada di level 3,66 kali.

Dari segi kinerja, DLTA juga terus menunjukkan perbaikan setelah sempat terpukul akibat larangan penjualan minuman beralkohol di mini market. Kinerjanya cenderung meningkat selama empat tahun terakhir. Di kuartal I tahun ini, DLTA membukukan pendapatan Rp 224,5 miliar. Angka ini naik 3% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Rp 217,79 miliar.

Sementara, laba bersihnya tercatat Rp 86,82 miliar. Perolehan laba bersih tersebut tumbuh 13% dibanding laba bersih kuartal I tahun sebelumnya, Rp 76,96 miliar.

Cuma, kekurangan DLTA satu, sahamnya tidak likuid. "Volumenya juga kurang," tutur Aditya.

Mengingatkan saja, kepastian soal divestasi DLTA muncul dari Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno, Kamis (17/5). Sandiaga mengatakan akan mempercepat proses pelepasan saham DLTA agar selesai tahun ini.

Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta sudah menunjuk penasehat keuangan untuk menyusun detail rencana penjualan saham. Penunjukan tersebut juga bertujuan untuk memastikan penjualan saham ini berlangsung transparan. "Kami juga akan minta persetujuan DPRD DKI Jakarta, persiapan kelengkapan regulasi dari pasar modal dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan memberitahukan resmi ke BEI," terang Sandiaga.

Dana hasil penjualan saham DLTA kelak akan dialokasikan untuk program yang manfaatnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat, antara lain pembangunan fasilitas pendidikan, pembukaan lapangan kerja, dan penataan usaha mikro, kecil, dan menengah atau (UMKM).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[ntensive Boothcamp] Business Intelligent with Ms Excel Pre-IPO : Explained

[X]
×