kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Data Jepang dan penyanderaan Sydney memukul Asia


Senin, 15 Desember 2014 / 13:48 WIB
ILUSTRASI. Kata kata Idul Adha 2023.


Sumber: CNBC | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia semakin tak bertenaga pada siang ini (15/12). Penurunan bursa Asia mengekor merahnya Wall Street pada akhir pekan lalu (12/12). Pada waktu itu, investor mencemaskan penurunan harga minyak yang jatuh cukup dalam.

Berdasarkan data CNBC, sejumlah indeks acuan Asia merosot. Indeks Nikkei 225 Stock Average, misalnya, turun 1,57%. Sementara, indeks Hang Seng Hong Kong turun 1,14% dan indeks ASX 200 Australia turun 0,64%.

Adapun indeks Shanghai Composite Index China turun 0,01%, indeks Kospi Korea Selatan turun 0,07%.

"Transaksi perdagangan Asia akan menghadapi tantangan yang cukup berat pada hari ini. Penurunan Wall Street, anjloknya harga minyak, akan menambah tekanan pada volatilitas pasar. Dipastikan tanda panah merah akan banyak sekali pada hari ini," jelas Richard Iley, chief economist Asia dari BNP Paribas.

Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi bursa Asia di antaranya: data ekonomi Jepang di mana sentimen bisnis di Negeri Sakura itu memburuk untuk kuartal keempat.

Dari Australia, terjadi penyanderaan oleh kelompok militan islam di kafe Lindt Chocolate di Martin Place, Sydney. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×