kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Data ekonomi tidak mampu mengangkat euro


Kamis, 17 Desember 2015 / 21:06 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Rilis data ekonomi Eropa tidak sanggup mengangkat euro di hadapan dollar AS. Mengutip Bloomberg, Kamis (17/12) pukul 19.15 WIB, pasangan EUR/USD tergerus 0,59% ke level 1,0848.

Tonny Mariano, analis PT Esandar Arthamas Berjangka mengatakan, kenaikan suku bunga The Fed membuat dollar AS menguat di depan euro. The Fed memberi sinyal kenaikan suku bunga secara bertahap dengan melihat kondisi ekonomi di AS.

Di sisi lain, data ekonomi zona Euro yang beragam membuat mata uang EUR tertekan di tengah kenaikan suku bunga The Fed. Data iklim bisnis Jerman bulan Desember turun ke level 108,7 dari sebelumnya 109. Sementara neraca perdagangan Italia bulan November naik menjadi 4,81 miliar euro dari sebelumnya 2,19 miliar euro.

Jika data klaim pengangguran AS yang dirilis Kamis malam (17/12) sesuai proyeksi, turun menjadi 271.000 dari sebelumnya 282.000 maka pelemahan EUR/USD bisa berlanjut. Apalagi, jika data current account zona Euro yang dirilis Jumat (18/12) menunjukkan hasil negatif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×