kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Euro masih lemah di hadapan aussie


Rabu, 16 Desember 2015 / 22:39 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Mata uang euro kehilangan pamor di depan dollar Australia di tengah rilis data ekonomi zona euro yang tergolong positif.

Mengutip Bloomberg, Rabu (16/12) pukul 21.30 WIB, pasangan EUR/AUD tergerus 0,09% ke level 1,51830.

Gema Goeryadi, Analis dan Direktur PT Astronacci International Futures menyatakan, mata uang Euro masih cukup stabil setelah minggu lalu melemah akibat ECB hanya memangkas suku bunga deposito sebesar 10 basis poin dari -0,2% menjadi -0,3%.

Salah satu negara ekonomi terkuat di zona Euro, yaitu Jerman pada bulan Oktober 2015 memaparkan data produksi industri Jerman yang tidak termasuk energi dan konstruksi naik 0,7%. "Sedangkan produksi industri barang-barang modal juga mengalami kenaikan 2,7%," ujar Gema.

Sementara dari sisi AUD, Gubernur Bank Sentral Australia (RBA), Glenn Stevens mengatakan bahwa dollar Australia harus lebih lemah lagi, sebagai wujud "simpati" terhadap merosotnya harga komoditas. Dalam tahun ini, menurut Stevens, harga komoditas sudah turun 12%.

Meski demikian, orang nomor satu di RBA tersebut masih yakin dengan gambaran perekonomian Australia, terutama dengan pertumbuhan sektor ketenagakerjaan yang terbilang apik.

Kenaikan populasi di Australia sudah diiringi dengan kenaikan sektor tenaga kerja, kenaikan partisipasi tenaga kerja, atau setidaknya bisa mempertahankan tingkat pengangguran dalam rentang yang flat.

Gema melihat EUR/AUD berada dalam tren bullish meski saat ini bergerak melemah.


 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Berita Terkait



TERBARU

[X]
×