kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.764.000   -5.000   -0,18%
  • USD/IDR 17.693   107,00   0,61%
  • IDX 6.430   -293,27   -4,36%
  • KOMPAS100 853   -40,07   -4,49%
  • LQ45 635   -23,14   -3,52%
  • ISSI 232   -10,62   -4,37%
  • IDX30 360   -11,70   -3,15%
  • IDXHIDIV20 444   -11,01   -2,42%
  • IDX80 98   -4,21   -4,13%
  • IDXV30 126   -3,33   -2,57%
  • IDXQ30 116   -3,25   -2,72%

Data ekonomi gagal melambungkan poundsterling


Rabu, 22 Februari 2017 / 20:33 WIB


Reporter: RR Putri Werdiningsih | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Poundsterling masih tetap berada di bawah tekanan. Membaiknya proyeksi pertumbuhan ekonomi Inggris di kuartal IV 2016 ke level 0,7% gagal mengangkat pesona mata uang Inggris terhadap dollar AS. Mengutip Bloomberg, Rabu (22/2) pukul 17.41 WIB pasangan GBP/USD pun terkoreksi 0,14% di level 1,2445 dari hari kemarin.

Alwi Assegaff, analis PT Global Kapital Investama Berjangka mengatakan pelemahan pasangan GBP/USD yang terjadi kali ini merupakan pengaruh dari pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Bank Sentral AS pada Kamis (23/2) dini hari nanti.

Apalagi beberapa hari terakhir ini banyak pejabat The Fed yang melontarkan komentar hawkish. “Kalau dalam pertemuan itu disampaikan pernyataan yang mendukung kenaikan suku bunga ini akan semakin melambungkan posisi greenback,” ujarnya kepada KONTAN, Rabu (22/2).

Rencana kenaikan suku bunga Bank Sentral AS dinilai jauh lebih berpengaruh dibanding proyeksi data GBP Inggris membaik. Walaupun pada awal sesi, pasangan GBP/USD sempat menguat tetapi menjelang sore akhirnya pergerakannya pun berbalik arah.

Menurut Alwi sekarang ini Inggris masih dibayangi sentimen negatif dari rencana pertemuan Perdana Menteri Inggris Theresa May menghadap Majelis Tinggi demi melanjutkan proses Brexit.

Tanpa restu majelis tinggi, Inggris belum bisa memulai perundingan dengan Uni Eropa. “Walaupun sudah diberi izin di Mahkamah Agung (MA), tetapi keputusannya ada di mejelis tinggi ini,” tandasnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×