kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45691,13   20,36   3.03%
  • EMAS924.000 -0,22%
  • RD.SAHAM -0.69%
  • RD.CAMPURAN -0.34%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.01%

Dana asing yang hengkang dari emerging market terbesar sejak 2016


Selasa, 06 Februari 2018 / 12:31 WIB
Dana asing yang hengkang dari emerging market terbesar sejak 2016
ILUSTRASI. Uang dollar AS

Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - SINGAPURA. Inilah tanda peringatan bagi bank sentral Asia.

Investor asing mulai menarik diri dari pasar negara berkembang (emerging market) dalam beberapa waktu terakhir. Menurut analis Institute of International Finance (IIF), arus dana yang keluar dari emerging market merupakan yang terbesar sejak pemilihan presiden AS pada 2016 lalu.

Analis IIF juga mencatat, arus modal besar hengkang dari sejumlah negara di Asia. Beberapa di antaranya adalah Korea Selatan, Indonesia, dan Thailand. Penarikan dana tersebut terkonsentrasi di ekuitas, sementara pasar obligasi terpukul tidak terlalu keras. Hanya India yang menentang tren tersebut dengan terus menguatnya saham dan obligasi.

Selain itu, analis IIF juga mengatakan negara-negara yang mereka teliti, nilai arus dana yang keluar hampir mencapai US$ 4 miliar sejak 30 Januari lalu. Dari jumlah tersebut, sekitar US$ 3,4 miliar berasal dari ekuitas.

"Meskipun kami tetap optimistis pada arus dana emerging market tahun ini, risiko penurunan jangan dianggap enteng. Aksi jual yang terjadi di pasar ekuitas global akan menjadi salah satu risiko penurunan tersebut," jelas analis IIF yang dipimpin oleh Fiona Nguyen dalam risetnya seperti yang dikutip dari Bloomberg.


Tag


TERBARU
Terpopuler

Close [X]
×