kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.956.000   -17.000   -0,57%
  • USD/IDR 16.845   66,00   0,39%
  • IDX 8.104   -42,84   -0,53%
  • KOMPAS100 1.140   -5,81   -0,51%
  • LQ45 829   -3,44   -0,41%
  • ISSI 285   -2,28   -0,79%
  • IDX30 433   -0,67   -0,15%
  • IDXHIDIV20 521   1,04   0,20%
  • IDX80 127   -0,56   -0,44%
  • IDXV30 142   0,14   0,10%
  • IDXQ30 140   0,20   0,14%

Dana Asing Diproyeksi Terus Keluar dari Bursa Hingga Mei, Begini Efeknya ke IHSG


Kamis, 05 Februari 2026 / 19:01 WIB
Dana Asing Diproyeksi Terus Keluar dari Bursa Hingga Mei, Begini Efeknya ke IHSG
ILUSTRASI. Meski IHSG Hijau, Dana Asing Keluar Pekan Ini Tembus Rp 2 Triliun (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Pulina Nityakanti | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arus dana asing diproyeksikan masih cenderung keluar dari pasar saham Indonesia hingga Mei 2026.

Asal tahu saja, hari ini aliran dana asing tercatat Rp 355,43 miliar di pasar reguler dan Rp 469,75 miliar di seluruh pasar. Hal itu pun sejalan dengan koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Kamis (5/2) sebanyak 42,838 poin atau 0,53% ke level 8.103,879.

Dalam sebulan terakhir, dana asing sudah keluar Rp 16,92 triliun di pasar reguler dan Rp 13,18 triliun di seluruh pasar.

Baca Juga: Ancaman Cukai Minuman Berpemanis: Saham ULTJ Terancam Tergerus?

Jika ditarik lebih jauh, dana asing sudah keluar Rp 14,88 triliun di pasar reguler dan Rp 11,49 triliun di seluruh pasar sejak awal tahun alias year to date (YTD).

Hari ini, PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) dilego asing paling banyak, yaitu Rp 178,5 miliar. Lalu, diikuti PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) yang dijual asing Rp 114,4 miliar dan PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) Rp 100,9 miliar.

Sebulan terakhir, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) jadi yang paling banyak dilego asing, yaitu Rp 12 triliun. Kemudian, diikuti PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang dilepas asing Rp 4,2 triliun dan PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) Rp 962,3 miliar.

Managing Director Research dan Digital Production Samuel Sekuritas Indonesia, Harry Su mengatakan, pasar masih akan menanti hasil dibukanya data ultimate beneficial owner (UBO) oleh BEI dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Jika nanti ada yang jumlah free float-nya berkurang (karena punya UBO yang sama), kemungkinan saham-saham tersebut dapat dijual oleh investor asing,” ujarnya kepada Kontan, Kamis (5/2/2026).

Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas (IPOT) Imam Gunadi melihat, meskipun terjadi aliran keluar dana asing yang cukup besar, arus dana tersebut cenderung terkonsentrasi pada beberapa saham tertentu. 

“Misalnya, pada PT Bumi Resources Tbk (BUMI), ANTM, dan PT Astra International Tbk (ASII) yang dilepas asing. Di sisi lain, masih terlihat adanya akumulasi pada saham-saham perbankan besar,” ujarnya kepada Kontan, Kamis.

Baca Juga: Anatomi Market BEI (5 Februari 2026): Jejak Smart Money di Saham Lapis Dua

Kepala Riset Korea Investment & Sekuritas Indonesia (KISI) Muhammad Wafi melihat, net sell asing masih bisa lanjut dalam jangka pendek. 

“Sektor paling rawan dilepas adalah perbankan besar dan Large Cap Industrials yang punya bobot besar,” katanya kepada Kontan, Kamis.

Ke depan, arus dana asing akan sangat bergantung pada perkembangan proses yang telah dijanjikan SRO Tanah Air kepada MSCI. 

“Dampak headline cenderung jangka pendek, sementara isu kepercayaan dan tata kelola bisa menahan risiko dalam jangka menengah, sekitar 1 sampai 3 bulan, sampai ada bukti kebijakan yang konkret,” ungkap Harry.

Harry menegaskan, masih sulit untuk memprediksi rentang IHSG di tengah tekanan arus dana asing ke depan. Investor pun disarankan mempertahankan strategi defensif dan selektif, yaitu fokus saham likuid berfundamental kuat, masuk bertahap, dan disiplin risiko. 

“Sektor yang relatif aman adalah bank besar, telko, dan consumer staples, sementara small caps dan saham tematik berlikuiditas tipis lebih berisiko,” katanya.

Wafi berpendapat, investor domestik bisa menjadi "market backbone dan mempunyai kemampuan untuk menyerap tekanan jual asing tanpa membuat indeks runtuh.

Baca Juga: Mitra Distribusi Optimalkan Penjualan ORI029

“Ini menunjukkan likuiditas investor lokal mampu menjadi penentu arah pasar dan mengurangi dominasi asing,” tuturnya.

Meskipun begitu, volatilitas pasar saham masih bisa berlanjut hingga Mei 2026. IHSG pun tetap berpotensi uptrend terbatas, karena penopang domestik, dengan pergerakan pada rentang 8.450 - 8.600 di akhir semester I 2026.

“Investor bisa melakukan rotasi ke sektor komoditas metal dan defensif, seperti ANTM, MDKA, UNTR, BBNI, dan BBTN,” katanya.

Imam menyarankan investor untuk tetap menunggu pengumuman resmi dari MSCI, maupun perkembangan dari regulator terkait permintaan MSCI mengenai transparansi. 

Dalam kondisi ini, investor sebaiknya lebih mencermati emiten-emiten yang tidak berkaitan langsung dengan MSCI. “Pendekatan ini dapat menjadi bagian dari manajemen risiko untuk meminimalkan potensi volatilitas yang berlebihan,” ungkapnya.

Investor asing juga dinilai masih akan cenderung bersikap defensif dalam aktivitas transaksinya hingga Maret, sejalan dengan target IDX terkait pemenuhan permintaan dari MSCI.

Imam pun merekomendasikan beli untuk PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dengan target harga Rp 388 per saham.

Selanjutnya: Moody's Pangkas Outlook Kredit Indonesia Jadi Negatif, Begini Respons Kemenkeu

Menarik Dibaca: 4 Zodiak Paling Red Flag, Ada yang Terlalu Posesif dan Tidak Konsisten!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×