kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Dalam Sepekan Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian BEI Melonjak 11,99%


Sabtu, 21 Februari 2026 / 15:21 WIB
Dalam Sepekan Rata-rata Frekuensi Transaksi Harian BEI Melonjak 11,99%
ILUSTRASI. BEI terapkan trading halt imbas IHSG anjlok (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto)


Reporter: Avanty Nurdiana | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Aktivitas pasar modal Indonesia kembali bergeliat pada periode 16–20 Februari 2026. PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat satu obligasi baru sekaligus membukukan kinerja perdagangan saham yang solid di zona hijau.

Kinerja pasar saham juga menunjukkan tren positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) selama sepekan naik 0,72% dan ditutup di level 8.271,767, menguat dari posisi 8.212,271 pada pekan sebelumnya. Kapitalisasi pasar BEI turut naik 0,35% menjadi Rp14.941 triliun.

Lonjakan aktivitas tercermin dari rata-rata frekuensi transaksi harian yang meningkat 11,99% menjadi 3,06 juta kali transaksi dari sebelumnya 2,73 juta kali. Rata-rata volume transaksi harian juga naik 3,87% menjadi 47 miliar lembar saham, sementara rata-rata nilai transaksi harian tumbuh 3,02% menjadi Rp 23,89 triliun.

Baca Juga: Samudera Indonesia (SMDR) Siap Ekspansi, Bangun Terminal Baru Hingga Perluas Jaringan

Dari sisi aliran dana asing, investor asing mencatatkan beli bersih Rp 240,57 miliar pada akhir pekan. Namun secara kumulatif sepanjang 2026, investor asing masih membukukan jual bersih sebesar Rp 14,42 triliun.

Penguatan IHSG dan meningkatnya aktivitas transaksi menunjukkan optimisme pelaku pasar yang tetap terjaga, di tengah dinamika ekonomi global dan domestik.

Pada Rabu (18/2/2026), PT Energi Mega Persada Tbk resmi mencatatkan Obligasi Berkelanjutan I Energi Mega Persada Tahap II Tahun 2026 di BEI dengan nilai pokok sebesar Rp 1,15 triliun. Obligasi tersebut memperoleh peringkat idA+ dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), menandakan prospek yang kuat dengan risiko gagal bayar yang relatif rendah.

Dalam penerbitan ini, PT Bank Rakyat IndonesiaTbk bertindak sebagai wali amanat, memperkuat kredibilitas instrumen tersebut di mata investor.

Dengan pencatatan terbaru ini, sepanjang tahun 2025 BEI telah mencatatkan 20 emisi obligasi dan sukuk dari 13 emiten dengan total nilai Rp 15,71 triliun. Secara keseluruhan, hingga saat ini terdapat 672 emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI dengan nilai nominal outstanding mencapai Rp 549,76 triliun serta US$ 134,01 juta, diterbitkan oleh 133 emiten.

Tak hanya itu, Surat Berharga Negara (SBN) yang tercatat di BEI kini mencapai 190 seri dengan nilai nominal Rp 6.674,24 triliun dan US$ 352,10 juta. Sementara itu, Efek Beragun Aset (EBA) tercatat sebanyak 7 emisi senilai Rp3,69 triliun.

Selanjutnya: Jadwal Buka Puasa Kudus dan Sekitarnya Hari Ini (21/2/2026) Resmi Kemenag

Menarik Dibaca: Menu Buka Puasa Keluarga: Resep Nasi Kebuli Ayam Rice Cooker, Wajib Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×