kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.012.000   68.000   2,31%
  • USD/IDR 16.905   -13,00   -0,08%
  • IDX 8.272   -2,31   -0,03%
  • KOMPAS100 1.164   0,60   0,05%
  • LQ45 835   1,00   0,12%
  • ISSI 295   -1,17   -0,39%
  • IDX30 437   0,09   0,02%
  • IDXHIDIV20 522   2,39   0,46%
  • IDX80 130   0,02   0,01%
  • IDXV30 143   -0,62   -0,43%
  • IDXQ30 140   0,46   0,33%

Samudera Indonesia (SMDR) Siap Ekspansi, Bangun Terminal Baru Hingga Perluas Jaringan


Sabtu, 21 Februari 2026 / 13:55 WIB
Samudera Indonesia (SMDR) Siap Ekspansi, Bangun Terminal Baru Hingga Perluas Jaringan
ILUSTRASI. Samudera Indonesia (SMDR) Siap Perluas Jaringan Bisnis Logistik (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Vendy Yhulia Susanto | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Emiten jasa logistik dan pelayaran, PT Samudera Indonesia Tbk (SMDR) berupaya meningkatkan kinerja pada tahun 2026. Sejak berdiri, SMDR telah menyediakan layanan pengiriman ke berbagai destinasi nasional dan internasional. Layanan tersebut meliputi Container Shipping, Bulk & Tanker Shipping, Shipping Agencies, Ship Management, Crewing & Manning, dan layanan Shipyard.  

Direktur Utama Samudera Indonesia Tbk (SMDR) Bani M. Mulia mengatakan, prospek bisnis pelayaran masih cukup menjanjikan pada tahun 2026. Menurutnya, kondisi global saat ini justru memberikan blessing in disguise, meski tensi perdagangan dan sentimen geopolitik tinggi. Ia mencontohkan Pelabuhan Singapura, salah satu hub terbesar di Asia Tenggara, yang mencatat rekor volume muatan lebih dari 40 juta Twenty Foot Equivalent Unit (TEUs) sepanjang 2025.

Bani juga menyoroti perubahan arus perdagangan antara dua kekuatan ekonomi, Amerika Serikat (AS) dan China. Setelah penerapan kebijakan tarif baru, volume ekspor China ke AS menurun, namun total ekspor China ke pasar global justru meningkat

Baca Juga: Investor Ritel Kini Ramai Beli SUN FR di Pasar Sekunder, Ini Alasannya!

“Sebetulnya relatively untuk para pemain bisnis shipping itu selama bisa beroperasi dengan aman dan selamat, revenue ada potensi lebih baik,” ujar Bani kepada Kontan, Kamis (12/2/2026). 

Karena prospek yang masih menjanjikan, SMDR menyiapkan capital expenditure (capex) sekitar US$ 200 juta atau sekitar Rp 3 triliun untuk tahun 2026. Bani menyampaikan, SMDR sedang dalam proses membangun terminal peti kemas di Pelabuhan Patimban, Jawa Barat. Hal ini karena sebagai market, Jawa Barat terbilang besar dengan jumlah penduduk terbesar di Pulau Jawa. 

Dengan pembangunan tersebut, SMDR diharapkan dapat menambah kapasitas pelabuhan dan meningkatkan output produktivitas dari Jawa Barat itu sendiri. Serta dapat mengurai kemacetan pengiriman barang, baik yang akan datang ke wilayah barat maupun wilayah timur Indonesia. Menurutnya, ketika semuanya bisa lebih lancar, volume diharapkan akan bertambah naik. Selain itu, capex juga dialokasikan untuk membeli kapal peti kemas baru, kapal tanker, pembangunan galangan kapal, dan armada truk. 

“Di Patimban, akhir 2026 crane-crane baru akan terpasang dan sekarang kita menggunakan mobile crane dulu,” kata Bani. 

Bani mengungkapkan, saat ini rute layanan SMDR didominasi ke kawasan Asia. Hal itu juga yang membuat SMDR melebarkan ekspansinya ke Jepang. SMDR menggandeng Imoto Corporation, bagian dari Imoto Lines Group Jepang, untuk menghadirkan Blue Ocean Shipping, perusahaan yang akan fokus pada layanan pelayaran domestik dan regional di Jepang. 

Blue Ocean Shipping akan memulai operasional dengan dua kapal kontainer yang dialihkan dari Imoto Lines Group. Ke depan, perusahaan berencana menambah armada secara bertahap dan terukur untuk menangkap peluang di pasar pelayaran pesisir Jepang dan layanan short-sea regional.

Baca Juga: Ciputra Development (CTRA) Buka Suara Soal Kebakaran Mal Ciputra Cibubur

Berbasis di Kobe, yang juga merupakan pusat operasi Imoto Lines, Blue Ocean Shipping ditargetkan mulai beroperasi pada semester pertama 2026. Kemitraan ini dirancang untuk membangun skala bisnis secara berkelanjutan, dengan memadukan pemahaman pasar lokal dan jangkauan regional.

“Sedang kita pelajari mengkoneksikan Jepang dan sekitarnya di Asia Timur. Jadi Jepang, Korea, China,” ungkap Bani.  

Bani mengatakan strategi bisnis yang dijalankan SMDR tahun ini menekankan pada efisiensi dan tidak terjebak pada suatu rute tertentu. Efisiensi tidak hanya dicapai dengan berdiam diri, tetapi harus menginvestasikan alat kerja yang lebih baik. Jadi, SMDR membangun, memesan dan selalu melakukan peremajaan terhadap alat kerja utama yakni kapal dan alat-alat bongkar muat di pelabuhan.

Peremajaan dapat berupa penggantian teknologi kerja yang lebih baru, sehingga efisiensi dapat tercapai lebih tinggi, produktivitasnya meningkat, kapasitas angkutnya lebih besar, namun dengan konsumsi bahan bakar yang lebih murah. 

“Nah ini terus menerus kami lakukan agar kami bisa mendapatkan margin yang lebih baik di tengah kemungkinan fluktuasi dari freight rate,” terang Bani. 

Lebih lanjut Bani melihat masih banyak pekerjaan rumah yang mesti diperhatikan untuk membuat ekosistem bisnis logistik dan pelayaran Indonesia kompetitif. Di antaranya penambahan pembangunan pelabuhan baru yang produktif. Serta masih perlu penambahan kapal-kapal untuk melayani pasar domestik. 

“Kami juga perlu tambahan galangan kapal, apalagi sekarang ada sentimen bahwa pemerintah sangat menyadari itu dan akan mendukung para pemain galangan kapal di Indonesia dengan memberikan insentif dan kebijakan yang lebih baik lagi agar kita bisa bersaing dengan pemain-pemain di luar Indonesia,” terang Bani. 

Baca Juga: Akses Makin Mudah, Investor Individu Kini Ramai Masuk SUN Seri Fixed Rate (FR)

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Jumat (20/2/2026) pukul 15.35 WIB, saham SMDR terkoreksi 9,95% secara year to date (ytd) ke level Rp 398. Namun dilihat secara year on year (yoy) saham SMDR tercatat naik 65,83%. 

Dalam keterbukaan informasi di BEI pada Senin (9/2/2026), Bani menambah saham SMDR sebanyak 1,07 juta saham di harga Rp 366 per saham. Sehingga nilai transaksi yang dilakukan Bani sebesar Rp 391,62 juta. Tujuan dari transaksi itu untuk investasi. 

Setelah transaksi tersebut, jumlah saham SMDR yang dimiliki oleh Bani Mulia sebanyak 57,44 juta saham setara dengan hak suara 0,35%. Jumlah tersebut bertambah dari sebelum transaksi sebanyak 56,37 juta saham setara hak suara 0,34%.

Selanjutnya: Iran Siapkan Proposal Tandingan saat Trump Pertimbangkan Serangan

Menarik Dibaca: Menu Buka Puasa Keluarga: Resep Nasi Kebuli Ayam Rice Cooker, Wajib Coba

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×