Reporter: Dina Mirayanti Hutauruk | Editor: Dina Hutauruk
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Industri aset kripto Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan positif di tengah tekanan ekonomi global, mulai dari suku bunga tinggi, inflasi AS, hingga ketegangan geopolitik. Minat masyarakat terhadap investasi aset digital pun semakin meningkat.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah pengguna kripto di Indonesia mencapai 21,37 juta per Maret 2026, naik 1,43% secara bulanan. Nilai transaksi spot kripto tercatat Rp 22,24 triliun, sementara transaksi derivatif tumbuh 14,26% menjadi Rp 5,80 triliun.
Melihat tren tersebut, TRIV Group memperkuat ekosistem investasi digital melalui berbagai inovasi dan kolaborasi strategis. Salah satunya lewat peluncuran Tokenized Bond ETF yang memberi akses investasi ke Surat Utang Negara dan obligasi Amerika Serikat.
Produk ini diharapkan membantu investor melakukan diversifikasi portofolio di tengah tingginya volatilitas pasar global. “Kami melihat kebutuhan investor semakin matang dan sadar pentingnya diversifikasi. Melalui Tokenized Bond ETF, pengguna dapat mengakses obligasi pemerintah AS dan obligasi global secara lebih praktis, transparan, dan fleksibel,” ujar CEO dan Founder TRIV Gabriel Rey, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga: Bitcoin dan Ethereum Kompak Melemah, Analis Soroti Tekanan Stagflasi AS
TRIV juga memperkuat literasi investasi dengan meluncurkan media edukasi saham gratis StockWave bersama Founder Stockwise, Andry Hakim. Platform ini ditujukan untuk memperluas edukasi investasi, khususnya bagi generasi muda.
Selain itu, TRIV menggandeng Indomaret menghadirkan Voucher TRIV di seluruh gerai Indonesia guna mempermudah akses investasi kripto melalui jaringan ritel fisik. Kolaborasi yang didukung OJK melalui surat nomor S-35/IK.11 ini dinilai menjadi terobosan baru dalam perluasan inklusi keuangan digital di Indonesia.
Melalui skema tersebut, masyarakat kini dapat mengakses layanan investasi kripto secara lebih mudah melalui jaringan ritel fisik. Kerja sama ini juga telah memperoleh dukungan dari Otoritas Jasa Keuangan melalui surat nomor S-35/IK.11.
“Melalui kolaborasi ini kami ingin memperluas akses masyarakat terhadap investasi aset digital secara lebih mudah, aman, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kami melihat literasi dan inklusi keuangan digital di Indonesia memiliki potensi pertumbuhan yang sangat besar,” ujar Gabriel Rey.
Di sisi lain, pertumbuhan bisnis TRIV Group juga diiringi kontribusi sosial kepada masyarakat. Pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, perusahaan kembali menyalurkan hewan kurban sebagai bentuk kepedulian sosial.
Baca Juga: Investor Kripto Tembus 21 Juta, Perilaku Berubah dari FOMO ke Riset
Gabriel Rey mengatakan, tahun ini TRIV menyalurkan tujuh ekor sapi kurban dengan total bobot sekitar tujuh ton, meningkat dibandingkan tahun lalu yang sebanyak tiga ekor sapi. Menurutnya, pertumbuhan perusahaan tidak hanya tercermin dari sisi bisnis, tetapi juga melalui kontribusi nyata kepada masyarakat dan lingkungan sekitar.
Melalui inovasi produk, penguatan literasi investasi, serta kegiatan sosial, TRIV optimistis industri aset kripto Indonesia masih memiliki prospek pertumbuhan yang besar seiring meningkatnya adopsi teknologi finansial dan kesadaran masyarakat terhadap investasi digital.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













