Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto
JAKARTA. Pergerakan harga minyak sawit mentah alias crude palm oil (CPO) cenderung fluktuatif menunggu sentimen yang mampu mendongkrak harga. Dalam sepekan terakhir CPO kontrak pengiriman Januari 2016 di Malaysia Derivative Exchange tergerus 1,4% dan berada di level RM 2.289 per metrik ton pada Jumat (13/11) pukul 16.48 WIB.
Research and Analyst PT Fortis Asia Futures, Deddy Yusuf Siregar mengatakan, harga CPO sebenarnya sedang bergerak sangat fluktuatif dalam range lebar. Meski ekspor CPO Indonesia tercatat naik, namun persediaan CPO di Malaysia mengalami peningkatan.
Pada bulan Oktober, stok CPO Malaysia naik menjadi 2,83 juta ton dari bulan sebelumnya sebanyak 2,72 juta ton. “Menurut catatan, ini merupakan rekor terbanyak. Secara global produksi CPO secara tahun ini diprediksi naik 1,5 juta ton,” ujar Deddy.
Kenaikan stok CPO Malaysia membuat harga terus tertekan. Namun, Deddy menduga harga CPO berpeluang kembali menanjak hingga RM 2.400 - RM 2.500 per metrik ton di akhir tahun. Kenaikan harga CPO didukung oleh efek Badai El Nino yang diperkirakan melanda Asia Tenggara hingga Januari 2016.
Deddy menduga akan ada pemulihan harga CPO secara bertahap mulai bulan Desember. Hal tersebut didukung oleh implementasi program biodiesel pemerintah yang membutuhkan serapan CPO dengan jumlah besar.
Maklum, Indonesia diprediksi akan mengonsumsi bio sawit diesel hingga 300.000 ton dalam tiga bulan ke depan. "Pelemahan ringgit terhadap dollar AS juga mendukung harga bergerak ke RM 2.500 per metrik ton," lanjut Deddy.
Lalu, sentimen lain datang dari India. Pelaku pasar kini menunggu kebijakan ekonomi dari Bank Sentral India terkait suku bunga. "Dalam waktu dekat, pasar sedang menunggu apakah Bank Sentral India akan memangkas suku bunga setelah inflasi tumbuh lebih cepat dari perkiraan," papar Deddy.
Tingkat inflasi India di bulan Oktober naik menjadi 5% dari bulan sebelumnya 4,41%. Sementara produksi sektor industri meningkat 3,6%. Pemangkasan suku bunga di India bisa memberi sentimen positif bagi harga CPO apalagi di tengah sektor industri yang cukup bergairah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News