kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.918   48,00   0,27%
  • IDX 5.676   -144,30   -2,48%
  • KOMPAS100 733   -18,90   -2,51%
  • LQ45 559   -13,70   -2,39%
  • ISSI 197   -4,31   -2,14%
  • IDX30 318   -7,50   -2,31%
  • IDXHIDIV20 392   -8,80   -2,19%
  • IDX80 83   -2,19   -2,56%
  • IDXV30 107   -1,90   -1,75%
  • IDXQ30 103   -2,28   -2,17%

CPIN turunkan rasio utang dollar


Jumat, 19 Juni 2015 / 21:28 WIB


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) berupaya mengurangi porsi pinjaman dalam mata uang dollar Amerika Serikat (AS). Hal ini untuk mengurangi risiko kenaikan beban akibat adanya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar AS.

Ong Mei Siang, Direktur Keuangan CPIN mengatakan, perseroan telah menurunkan porsi utang dollar AS dari 55% di akhir tahun lalu menjadi 45% saat ini. Untuk menurunkan porsi utang dollar, CPIN melakukan refinancing utang dollar dengan pinjaman menggunakan mata uang rupiah.

"Di masa akan datang tidak menutup kemungkinan porsi pinjaman mata uang asing akan lebih kecil lagi," ujarnya, Jumat (19/6).

Dari laporan keuangan kuartal I-2015, CPIN memiliki jumlah utang bank jangka pendek sebesar Rp 860 miliar. Sedangkan utang bank jangka panjang sebesar Rp 6,8 triliun. Meski kebutuhan dana pembelian bahan baku juga menggunakan dollar AS, perseroan belum berniat melakukan hedging.

Ke depan CPIN berharap daya beli masyarakat semakin meningkat sehingga kondisi ekonomi juga mengalami perbaikan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×