kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Coinbase Perluas Layanan di 2026: Everything Exchange Jadi Fokus Utama


Jumat, 02 Januari 2026 / 18:19 WIB
Coinbase Perluas Layanan di 2026: Everything Exchange Jadi Fokus Utama
ILUSTRASI. Brian Armstrong, CEO dan Co-Founder Coinbase (David Swanson/David Swanson)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Coinbase menegaskan strategi “everything exchange” untuk 2026, dengan fokus pada stablecoin, Ethereum layer-2 Base, dan pengembangan produk pertukaran yang melampaui sekadar cryptocurrency.

Melansir Cointelegraph Jumat (2/1/2026), CEO Brian Armstrong mengungkapkan, strategi ini mencakup perdagangan saham, komoditas, dan pasar prediksi, menjadikan Coinbase sebagai platform serba bisa atau “super app” bagi pengguna.

Baca Juga: Chandra Asri Pacific (TPIA) Akuisisi SPBU Esso di Singapura, Begini Pandangan Analis

Pada konferensi akhir tahun 2025, Coinbase meluncurkan perdagangan saham dan pasar prediksi.

Selain itu, aplikasi wallet Coinbase direbranding menjadi “everything app,” menambahkan fitur sosial dan onchain.

Armstrong menekankan bahwa langkah ini memungkinkan pengguna mengakses saham, ETF, dan crypto dari satu antarmuka 24/7.

Stablecoin menjadi pilar kedua rencana Coinbase di 2026, dijadikan infrastruktur keuangan untuk remitansi, gaji, dan settlement. Armstrong memperkirakan di masa depan bank akan menuntut produk stablecoin berbunga.

Namun, strategi “everything exchange” ini juga menghadapi tantangan. Base mendapat kritik terkait creator coins, sementara keamanan dan layanan pelanggan Coinbase menjadi sorotan.

Baca Juga: Menilik Potensi January Effect pada Awal Tahun 2026

Pada 2025, perusahaan mengungkap kasus cybercrime di mana agen customer service luar negeri disuap untuk mencuri data pelanggan, memicu kekhawatiran terkait praktik KYC dan keamanan data.

Dengan langkah ini, Coinbase bersaing ketat dengan OKX, Binance, dan bursa lain yang berupaya menjadi “super app” untuk layanan crypto, perdagangan saham, dan produk keuangan digital lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×