kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

China dan AS Kembali Memanas, IHSG Ambles di Zona Merah


Selasa, 14 Oktober 2025 / 14:57 WIB
China dan AS Kembali Memanas, IHSG Ambles di Zona Merah
ILUSTRASI. Pada perdagangan intraday, IHSG sempat anjlok dan menyentuh level 7.974,04 di kisaran pukul 14.00 WIB


Reporter: Yuliana Hema | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan menjelang penutupan perdagangan. Pada intraday perdagangan Selasa (14/10), IHSG sempat kembali menyentuh level 7.900. 

Sekitar pukul 14:00 WIB, IHSG menyentuh level 7.974,04. Namun berangsur-angsur tekanan IHSG mulai berkurang, walaupun indeks komposit ini masih belum bisa keluar dari zona merah.

Hingga pukul 14:50 WIB, IHSG berada di level 8.132,54 atau melemah 1,15% dibanding penutupan perdagangan Senin (13/10). Kapitalisasi pasar alias market cap IHSG mencapai Rp 15.303,84 triliun. 

Baca Juga: IHSG Turun 0,68% ke 8.171 di Sesi I Selasa (14/10), BRPT, PGEO, SCMA Top Losers LQ45

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus menjelaskan pergerakan IHSG masih dibayangi oleh sejumlah sentimen eksternal dan internal. 

Dari eksternal, kata Nico, bursa regional Asia bergerak mixed pasar tampaknya dibayangi di tengah harapan meredanya ketegangan perdagangan Amerika Serikat (AS) dengan China. 

Pasalnya, mulai 14 September 2025, China–AS memperluas perang dagang dengan memberlakukan biaya pelabuhan baru bagi kapal pengangkut barang, menjadikan perdagangan maritim sebagai medan baru persaingan keduanya.

“Pasar sempat berharap mereda setelah Trump melunakkan sikapnya dan membuka peluang kesepakatan dengan Tiongkok, dua hari usai mengancam tarif 100% dan kontrol ekspor,” tulisnya dalam riset yang dirilis, Selasa (14/10/2025). 

Dari dalam negeri, pasar merespons positif rencana pemerintah memberi stimulus tambahan untuk mendorong daya beli dan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025. Rencana tersebut dikabarkan akan disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo pasca kembali dari kunjungan ke luar negeri. 

Baca Juga: BEI Akan Ubah Aturan Free Float IPO Emiten dari Nilai Ekuitas Jadi Kapitalisasi Pasar

Di sisi lain, kementerian keuangan akan mempertimbangkan memberikan dan membuka peluang untuk menyuntikan likuditas tambangan kepada bank pelat merah milik Danantara. 

“Pasar berharap stimulus dan likuditas ke bank yang diberikan oleh pemerintah dapat menjaga daya beli masyarakat dan juga ekspansi kredit sehingga ini akan menopang pertumbuhan ekonom dalam negeri,” kata Nico. 

Selanjutnya: Daftar Ikan di Kohana Island Fish It Roblox, Ada Lochness Monster di Pulau Tersebut!

Menarik Dibaca: Promo Alfamart Snack Fair Periode 1-15 Oktober 2025, Beli 1 Gratis 1 Lay’s-Cheetos

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×