kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45919,51   10,20   1.12%
  • EMAS1.350.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Cek Saham-Saham yang Banyak Dijual Asing pada Perdagangan Kemarin


Kamis, 02 Maret 2023 / 04:30 WIB
Cek Saham-Saham yang Banyak Dijual Asing pada Perdagangan Kemarin


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA.Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan awal Maret 2023 ini. 

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI) via RTI Business, IHSG naik tipis 1,67 poin atau 0,02% ke level 6.844,93 pada penutupan perdagangan Rabu (1/3).

Total volume perdagangan saham di BEI pada Rabu mencapai 17,84 miliar dengan nilai transaksi Rp 9,77 triliun. 

Ada 221 saham yang naik, 286 saham yang turun dan 222 saham yang tidak berubah. Investor asing mencatat net buy jumbo sebesar Rp 847,88 miliar di seluruh pasar.

Baca Juga: Asing Net Buy Jumbo di Awal Maret 2023, Cermati Saham yang Banyak Dikoleksi

Kendati demikian, investor asing mencatat net sell terbesar pada sejumlah saham berikut di awal Maret 2023.

Asing mencatat net sell terbesar pada saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 262,2 miliar. Saham BBCA ditutup turun 1,72% ke Rp 8.600 per saham. Total volume perdagangan saham BBCA mencapai 67 juta dengan nilai transaksi Rp 580,4 miliar.

Saham PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) juga banyak dilego asing Rp 83,3 miliar. Saham ADRO ditutup flat di Rp 2.990 per saham. Total volume perdagangan saham ADRO mencapai 74,1 juta dengan nilai transaksi Rp 221,1 miliar.

 

Kemudian saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) juga banyak dilepas asing Rp 42,9 miliar. Namun saham ARTO ditutup melesat 7,17% ke Rp 2.690 per saham. Total volume perdagangan saham ARTO mencapai 142,2 juta dengan nilai transaksi Rp 387,7 miliar.

Baca Juga: Performa IHSG dan Pasar Obligasi Bergerak Flat Selama Februari 2023, Ini Pemicunya

Berikut 10 saham net sell terbesar asing pada Rabu:

1. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 262,2 miliar
2. PT Adaro Energy Indonesia Tbk (ADRO) Rp 83,3 miliar
3. PT Bank Jago Tbk (ARTO) Rp 42,9 miliar
4. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp 31,0 miliar
5. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) Rp 18,1 miliar
6. PT Adaro Minerals Indonesia Tbk (ADMR) Rp 17,8 miliar
7. PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp 16,7 miliar
8. PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) Rp 13,3 miliar
9. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) Rp 11,3 miliar
10. PT Astra International Tbk (ASII) Rp 10,6 miliar

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Success in B2B Selling Omzet Meningkat dengan Digital Marketing #BisnisJangkaPanjang, #TanpaCoding, #PraktekLangsung

[X]
×