Reporter: Adi Wikanto, Chelsea Anastasia | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Siap-siap cek rekening bagi investor saham yang tercatat sebagai penerima dividen PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk (GHON). Hari ini, GHON akan mencairkan dividen yang bernilai Rp 17.800 per lot saham.
Diberitakan sebelumnya, Emiten menara ini memutuskan membagikan dividen tunai sebesar Rp97,9 miliar kepada para pemegang saham.
Keputusan tersebut disetujui dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada Jumat, 5 Juni 2026.
Berdasarkan keputusan tersebut, setiap pemegang saham akan menerima dividen tunai sebesar Rp178 per saham atau Rp 17.800 per lot saham GHON.
Baca Juga: 12 Saham Cum Dividen Hari Ini (15/6), Yield Tembus 9%
Pada perdagangan Selasa 23 Juni 2026, harga saham GHON Rp 1.615 turun 40 poin atau 2,42% secara harian. Harga saham GHON sempat melambung tinggi ke Rp 2.330 pada 15 Juni 2026, bersamaan dengan cum dividen date.
Dengan harga saat cum dividen date, yield dividen saham GHON mencapai 7,64%. Yield dividen saham ini cukup besar karena hampir mencapai dua kali lipat suku bunga deposito di bank umum yang saat ini 3,5%-4%.
Kinerja GHON 2026
GHON mencatat total penyewaan menara telekomunikasi dan kolokasi sebanyak 1.676 hingga kuartal I-2026.
Direktur PT Gihon Telekomunikasi Indonesia Tbk, Yoyong, mengungkapkan jumlah tersebut turun 29 penyewaan dibandingkan posisi akhir 2025 yang mencapai 1.705.
Secara rinci, jumlah penyewaan tower meningkat 51 menjadi 1.072 pada kuartal I-2026 dari sebelumnya 1.021 pada akhir 2025. Sebaliknya, jumlah kolokasi turun 80 menjadi 604 dari sebelumnya 684.
"Pengurangan sewa pada awal 2026 dibanding 2025 ini terutama dipengaruhi oleh merger XL Axiata dan Smartfren (menjadi XLSmart) tahun lalu," ujar Yoyong dalam paparan publik perusahaan di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Sejalan dengan itu, rasio kolokasi GHON menurun dari 1,67 pada 2025 menjadi 1,56 pada kuartal I-2026.
Tonton: Purbaya Sita 43 Kontainer Pakaian Bekas Ilegal Senilai Rp 37,5 Miliar
Pada bisnis fiber optik, panjang jaringan fisik perusahaan tercatat tetap 1.636 kilometer (km) hingga kuartal I-2026, sama seperti posisi akhir tahun lalu.
Namun, panjang jaringan yang menghasilkan pendapatan (billable) turun 143 km menjadi 1.378 km dari sebelumnya 1.521 km pada 2025. Menurut manajemen, penurunan tersebut terutama disebabkan berkurangnya penyewaan oleh Smartfren.
Penurunan jaringan billable tersebut turut menekan rasio tenansi fiber optik dari 0,94 pada 2025 menjadi 0,84 pada kuartal I-2026.
Berdasarkan wilayah, penyewaan jaringan fiber optik masih didominasi Pulau Jawa dengan kontribusi 77% atau sekitar 1.052 km. Adapun Sulawesi menyumbang 15%, disusul Sumatra 7% dan Kalimantan 1%.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













