Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli
Misalnya, INCO memiliki kinerja positif, dengan pendapatan semester I-2026 tumbuh 27,3% yoy menjadi USD 543 juta, laba operasional melesat 2.056% yoy menjadi US$ 134,1 juta, dan laba bersih melonjak 313% yoy mencapai US$ 104,4 juta.
Secara kuartalan, laba bersih INCO naik 39,3% qoq menjadi US$ 60,7 juta. Lonjakan ini didorong oleh beroperasinya hub pertambangan baru di Bahodopi dan Pomalaa yang mendongkrak volume penjualan,kenaikan harga jual rata-rata (ASP) nikel matte menjadi USD 14.765/ton, naik 4% qoq, serta penurunan unit cash cost ke level US$ 10.005/ton dari USD 10.382/ton pada kuartal I-2026.
"Berdasarkan analisis kondisi makro dan sektoral tersebut, alokasi portofolio untuk overweight pada sektor pertambangan logam (dengan cash cost rendah)," tambah Ratih.
Baca Juga: Raih Kinerja Positif pada Semester I-2026, Simak Prospek Saham Trimegah Bangun (NCKL)
Sektor ini cukup resisten terhadap pelemahan nilai tukar rupiah serta efisiensi biaya operasional untuk menjaga marjin. Selain itu, pertimbangkan saham dengan potensi turnaround post-merger atau akuisisi.
Namun, jika investor memiliki jangka waktu investasi cukup panjang dapat memanfaatkan dividend yield dari emiten sektor perbankan Big Banks.
Meskipun margin kontraksi namun laba bersih masih tumbuh untuk menghasilkan dividen di tengah volatilitas pasar. Indikasi Yield dividen BMRI (12,6%), BBRI (11,9%), BBNI (10,2%) dan BBCA (5,4%).
Rekomendasi Saham
Liza menyarankan buy BBCA dengan target harga 12 bulan Rp 8.075 dan buy BMRI dengan target Rp 5.400. Keduanya menawarkan kombinasi fundamental yang solid, valuasi menarik, serta peluang menjadi tujuan utama foreign inflow ketika kepercayaan terhadap pasar Indonesia membaik.
Adapun Ratih membagikan sejumlah rekomendasi saham pilihan untuk investor:
1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)
Rekomendasi: Akumulasi beli
Resistance: Rp 4.500
Support: Rp 4.000
2. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)
Rekomendasi: Trading buy
Resistance: Rp 2.700
Support: Rp 2.300
3. PT Vale Indonesia (INCO)
Rekomendasi: Akumulasi beli
Resistanc: Rp 5.700
Support: Rp 4.920
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
