kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Cek Prospek & Rekomendasi Saham Emiten LQ45 Usai Rilis Kinerja Semester I-2026


Senin, 03 Agustus 2026 / 21:07 WIB
Cek Prospek & Rekomendasi Saham Emiten LQ45 Usai Rilis Kinerja Semester I-2026
ILUSTRASI. Musim publikasi laporan keuangan semester I-2026 menunjukkan mayoritas emiten dalam indeks LQ45 masih mampu membukukan kinerja yang positif. (KONTAN/Cheppy A. Muchlis)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

Misalnya, INCO memiliki kinerja positif, dengan pendapatan semester I-2026 tumbuh 27,3% yoy menjadi USD 543 juta, laba operasional melesat 2.056% yoy menjadi US$ 134,1 juta, dan laba bersih melonjak 313% yoy mencapai US$ 104,4 juta. 

Secara kuartalan, laba bersih INCO naik 39,3% qoq menjadi US$ 60,7 juta. Lonjakan ini didorong oleh beroperasinya hub pertambangan baru di Bahodopi dan Pomalaa yang mendongkrak volume penjualan,kenaikan harga jual rata-rata (ASP) nikel matte menjadi USD 14.765/ton, naik 4% qoq, serta penurunan unit cash cost ke level US$ 10.005/ton dari USD 10.382/ton pada kuartal I-2026.

"Berdasarkan analisis kondisi makro dan sektoral tersebut, alokasi portofolio untuk overweight pada sektor pertambangan logam (dengan cash cost rendah)," tambah Ratih.

Baca Juga: Raih Kinerja Positif pada Semester I-2026, Simak Prospek Saham Trimegah Bangun (NCKL)

Sektor ini cukup resisten terhadap pelemahan nilai tukar rupiah serta efisiensi biaya operasional untuk menjaga marjin. Selain itu, pertimbangkan saham dengan potensi turnaround post-merger atau akuisisi.

Namun, jika investor memiliki jangka waktu investasi cukup panjang dapat memanfaatkan dividend yield dari emiten sektor perbankan Big Banks.

Meskipun margin kontraksi namun laba bersih masih tumbuh untuk menghasilkan dividen di tengah volatilitas pasar. Indikasi Yield dividen BMRI (12,6%), BBRI (11,9%), BBNI (10,2%) dan BBCA (5,4%).

Rekomendasi Saham

Liza menyarankan buy BBCA dengan target harga 12 bulan Rp 8.075 dan buy BMRI dengan target Rp 5.400. Keduanya menawarkan kombinasi fundamental yang solid, valuasi menarik, serta peluang menjadi tujuan utama foreign inflow ketika kepercayaan terhadap pasar Indonesia membaik.

Adapun Ratih membagikan sejumlah rekomendasi saham pilihan untuk investor:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Rekomendasi: Akumulasi beli

Resistance: Rp 4.500 

Support: Rp 4.000

2. PT XLSMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL)

Rekomendasi: Trading buy

Resistance: Rp 2.700

Support: Rp 2.300

 

3. PT Vale Indonesia (INCO)

Rekomendasi: Akumulasi beli

Resistanc: Rp 5.700

Support: Rp 4.920

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?



TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×