kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |
  • USD/IDR14.765
  • SUN93,03 -0,06%
  • EMAS609.032 0,50%

CDS Indonesia masih berpotensi berbalik arah dalam waktu dekat

Kamis, 08 November 2018 / 20:43 WIB

CDS Indonesia masih berpotensi berbalik arah dalam waktu dekat
ILUSTRASI. Ilustrasi CDS



KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Credit default swap (CDS) Indonesia masih rentan mengalami pembalikan arah dalam waktu dekat dan terus bergerak volatil hingga akhir tahun nanti. Hal ini akibat masih banyaknya sentimen negatif yang berpotensi terjadi secara jangka pendek maupun jangka panjang.

Sebagai pengingat, persepsi risiko Indonesia yang tercermin melalui CDS tenor 5 tahun berada di level 142,06 pada perdagangan Kamis (11/8) alias turun 10,91% dari posisi pada tanggal 29 Oktober lalu. Kala itu, CDS tenor 5 tahun bertengger di level tertinggi di tahun ini yaitu 159,47.


Research Analyst Capital Asset Management, Desmon Silitonga mengatakan, tidak menutup kemungkinan CDS Indonesia akan kembali mengalami kenaikan dalam waktu dekat.

Pasalnya, hasil Federal Open Market Committee akan segera terlihat di hari ini waktu setempat. Walau tidak terjadi kenaikan suku bunga acuan AS di bulan ini, pernyataan The Federal Reserves terkait prospek ekonomi dan kebijakan moneter AS bisa memengaruhi pasar.

Selain itu, data neraca pembayaran Indonesia di kuartal III juga akan dirilis pada perdagangan besok (9/11). Diperkirakan, defisit transaksi berjalan Indonesia akan kembali melebar lebih dari 3% pada kuartal III lalu.

“Kalau defisitnya melebar bisa berdampak negatif bagi persepsi risiko investasi Indonesia, karena para pelaku pasar memandang fundamental Indonesia belum sepenuhnya kuat walau data-data lainnya positif,” terangnya, hari ini.

Fikri C. Permana, Ekonom PT Pemeringkat Efek Indonesia menyampaikan, pergerakan rupiah masih akan sangat mempengaruhi posisi CDS Indonesia dalam beberapa waktu ke depan. Hal ini mengingat profil risiko investor baik domestik dan asing di pasar keuangan Indonesia yang relatif sensitif terhadap kurs.

Dia pun memandang, volatilitas rupiah masih bisa meningkat bergantung pada kelanjutan perang dagang antara AS dan China serta ekspektasi kenaikan suku bunga acuan AS di Desember nanti dan di tahun depan. “Rupiah masih memiliki potensi volatilitas yang besar hingga akhir tahun,” katanya.

Dengan demikian, CDS Indonesia juga berpotensi bergerak volatil dalam artian bisa kembali naik sewaktu-waktu nanti.

Maka dari itu, Desmon berpendapat, terjaganya volatilitas nilai tukar rupiah merupakan hal yang patut diprioritaskan agar CDS Indonesia bisa bergerak stabil.

Sebab, posisi yield Surat Utang Negara (SUN) terkini sudah cukup ideal bagi para investor asing. Jika rupiah tetap stabil, investor tersebut bisa memperoleh imbal hasil optimal mengingat berkurangnya risiko kerugian kurs.

Reporter: Dimas Andi
Editor: Wahyu Rahmawati

Video Pilihan

TERBARU
Seleksi CPNS 2018
KONTAN TV
Hubungi Kami
Redaksi : Gedung KONTAN,
Jalan Kebayoran Lama No. 1119 Jakarta 12210.
021 5357636/5328134
moderator[at]kontan.co.id
Epaper[at]kontan.co.id
Iklan : Gedung KOMPAS GRAMEDIA Unit 2
Lt 2 Jl. Palmerah selatan 22-28
Jakarta Selatan 10740.
021 53679909/5483008 ext 7304,7306
2018 © Kontan.co.id All rights reserved
Sitemap | Profile | Term of Use | Pedoman Pemberitaan Media Siber | Privacy Policy

diagnostic_api_kiri = 0.0007 || diagnostic_api_kanan = 0.0606 || diagnostic_web = 0.3413

Close [X]
×