Reporter: Rashif Usman | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten di sektor angkutan laut PT Cakra Buana Resources Energi Tbk (CBRE) memperluas bisnisnya ke sektor offshore minyak dan gas (migas).
Langkah ini ditempuh melalui akuisisi aset berupa kapal offshore service vessel (OSV) berjenis pipe laying dan lifting vessel, yakni kapal Hai Long 106 dari Hilong Shipping Holding Limited.
Nilai transaksi pembelian kapal tersebut mencapai US$ 100 juta. Kapal dengan panjang 161,93 meter ini dilengkapi crane yang mampu mengangkat beban hingga 3.000 ton.
Pada 8 Desember 2025, CBRE bersama Hilong Shipping Holding Limited telah menandatangani Protocol of Delivery Acceptance (PODA), yang menandai proses serah terima kapal secara resmi dari pihak penjual kepada CBRE sebagai pembeli.
Baca Juga: Ekspansi Pasar Ekspor, Indospring (INDS) Bidik Pasar Timur Tengah
Akuisisi kapal ini bertujuan memperluas lini bisnis perusahaan, khususnya untuk mendukung berbagai kegiatan konstruksi lepas pantai. Kapal tersebut akan digunakan dalam aktivitas offshore, termasuk pengeboran migas, proyek energi terbarukan seperti pembangunan pembangkit listrik tenaga angin lepas pantai (offshore wind farm), serta proyek lainnya.
Lebih lanjut, CBRE juga telah mengamankan kontrak kerja sama dengan PT Gunanusa Utama Fabricators melalui skema time charter atas kapal Hai Long 106.
Perjanjian ini berlangsung sekitar delapan tahun, dengan tarif sewa sekitar US$ 90.000 per hari saat kapal beroperasi dan US$ 50.000 per hari ketika dalam kondisi standby. Sepanjang masa kontrak, nilai kerja sama tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp 4 triliun.
Direktur Utama CBRE Suminto Husin Giman mengatakan tahun 2026 akan menjadi periode penting bagi perusahaan seiring transformasi bisnis ke sektor offshore migas.
Suminto bilang, langkah tersebut membuka peluang pertumbuhan yang signifikan dan diharapkan mampu memperkuat kinerja fundamental perusahaan dalam jangka panjang. Perusahaan pun memproyeksikan pendapatan dan laba bersih mencapai minimal 30% di tahun 2026.
Baca Juga: Kripto Rontok! Bitcoin Anjlok 30% Sebulan, Ini Proyeksi Terbarunya
"Kita harapkan dengan adanya kontrak baru dan transformasi ini akan membawa dampak yang besar bagi fundamental perusahaan. Jadi fokus kita adalah meningkatkan revenue, otomatis EBITDA akan terangkat," kata Suminto saat ditemui Kontan, beberapa waktu lalu.
Lebih lanjut, Suminto menerangkan bahwa transformasi bisnis ini tetap diiringi sejumlah tantangan terutama terkait kebutuhan pengalaman dan permodalan di sektor offshore.
"Salah satu tantangan terbesar di sektor offshore ini di pengalaman dan modal. Dengan struktur yang CBRE lakukan harusnya bisa dilihat manuver ini bisa membawa dampak besar bagi perseroan," ucapnya.
Suminto juga mengungkapkan bahwa pihaknya tidak menutup kemungkinan untuk menambah armada kapal baru di sektor offshore pada tahun 2026. Namun, aksi ini masih dalam tahap penjajakan.
"Ada rencana (penambahan kapal), sedang penjajakan namun belum terkonfirmasi. Jenis kapalnya berkaitan dengan offshore sesuai dengan rencana transformasi kita. Realisasinya kurang lebih di semester I-2026," ungkapnya.
Selain itu, Suminto menjelaskan sebagai pemegang kontrak jangka panjang, CBRE akan mengikuti penugasan proyek dari Gunanusa, termasuk peluang pekerjaan di kawasan Asia Tenggara hingga Asia Pasifik
"Kita sebagai pendukung dan pihak yang diberikan kerja pasti akan ikut arahan dari Gunanusa. Jadi tidak terbatas pada pekerjaan di Indonesia," tambahnya.
Adapun untuk memperkuat kinerja keuangan tahun ini, CBRE juga berupaya meningkatkan marjin laba kotor melalui efisiensi konsumsi bahan bakar, optimalisasi manajemen kru dan rute pelayaran, serta menekan beban operasional sebesar 10%–15% melalui struktur biaya yang lebih efisien.
Perusahaan juga berfokus memperbaiki arus kas melalui disiplin pengelolaan cash flow dan peningkatan manajemen piutang.
Dari sisi operasional, perusahaan menargetkan tingkat utilisasi armada minimal 90% pada tahun pertama pengoperasian kapal Gunanusa Hai Long 106. Kapal ini juga akan difokuskan untuk pekerjaan pipe laying, heavy lifting, dukungan subsea, towage, hingga konstruksi lepas pantai dengan standar QHSE berkelas internasional.
Selain itu, perusahaan juga membidik utilisasi pelayaran lebih dari 90% untuk rute domestik dan regional kapal curah milik perusahaan, lalu mengoptimalkan rotasi muatan seperti batu bara, bijih nikel, bahan baku, klinker, pasir, dan biji-bijian guna meningkatkan efisiensi siklus perjalanan.
CBRE juga menargetkan tingkat penyelesaian pelayaran (voyage completion rate) Mother Vessel dan tongkang mencapai minimal 95%.
Selanjutnya: OJK Sanksi 42 Multifinance, Modal Ventura, dan Fintech P2P pada Januari 2026
Menarik Dibaca: Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (7/2), Hujan Amat Deras Guyur Provinsi Ini
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Saham CBRE
- Proyek Energi Terbarukan
- PT Cakra Buana Resources Energi Tbk
- CBRE
- Bisnis Offshore Migas
- Kapal Hai Long 106
- Akuisisi Kapal Offshore
- Kontrak Gunanusa Utama Fabricators
- Pipe Laying Vessel
- Lifting Vessel
- Pembangkit Listrik Tenaga Angin Lepas Pantai
- Offshore Wind Farm
- Pendapatan CBRE 2026
- Laba Bersih CBRE
- Transformasi Bisnis CBRE
- Ekspansi Bisnis CBRE
- Sektor Angkutan Laut
- Investasi Offshore
- Strategi Bisnis CBRE
- Kinerja Keuangan CBRE













