kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Cadangan AS diprediksi melonjak, minyak tertekan


Selasa, 12 November 2013 / 09:53 WIB
ILUSTRASI. Saatnya Menginap di Hotel Impian Cuma Rp100.000 dari Mister Aladin s.d 7 Juli 2022


Sumber: Bloomber | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pagi ini (12/11) jatuh dari level tertingginya di bulan November. Berdasarkan data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Desember turun sebesar 26 sen menjadi US$ 94,88 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 11.37 waktu Sydney, kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 94,94 per barel.

Kemarin, harga kontrak minyak yang sama naik 0,6% menjadi US$ 95,14 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak 31 Oktober lalu.

Penurunan harga minyak hari ini terjadi sebelum dirilisnya data cadangan minyak AS yang diramal akan mencatatkan kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir. Sekadar tambahan informasi, hasil survei Bloomberg menunjukkan, cadangan minyak AS akan naik sebanyak 500.000 barel pada periode yang berakhir 8 November lalu.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Desember naik US$ 1,28 atau 1,2% menjadi US$ 106,40 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×