kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.614.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.940   -67,00   -0,37%
  • IDX 6.176   67,33   1,10%
  • KOMPAS100 814   12,72   1,59%
  • LQ45 622   13,33   2,19%
  • ISSI 212   0,39   0,18%
  • IDX30 351   8,04   2,34%
  • IDXHIDIV20 438   9,47   2,21%
  • IDX80 93   1,54   1,68%
  • IDXV30 117   0,44   0,38%
  • IDXQ30 113   2,94   2,65%

Cadangan AS diprediksi melonjak, minyak tertekan


Selasa, 12 November 2013 / 09:53 WIB
ILUSTRASI. Saatnya Menginap di Hotel Impian Cuma Rp100.000 dari Mister Aladin s.d 7 Juli 2022


Sumber: Bloomber | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

SYDNEY. Harga kontrak minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) pagi ini (12/11) jatuh dari level tertingginya di bulan November. Berdasarkan data Bloomberg, pagi tadi, harga kontrak minyak WTI untuk pengantaran Desember turun sebesar 26 sen menjadi US$ 94,88 per barel di New York Mercantile Exchange. Pada pukul 11.37 waktu Sydney, kontrak yang sama diperdagangkan di posisi US$ 94,94 per barel.

Kemarin, harga kontrak minyak yang sama naik 0,6% menjadi US$ 95,14 per barel. Ini merupakan level tertinggi sejak 31 Oktober lalu.

Penurunan harga minyak hari ini terjadi sebelum dirilisnya data cadangan minyak AS yang diramal akan mencatatkan kenaikan terbesar dalam empat bulan terakhir. Sekadar tambahan informasi, hasil survei Bloomberg menunjukkan, cadangan minyak AS akan naik sebanyak 500.000 barel pada periode yang berakhir 8 November lalu.

Sementara itu, harga kontrak minyak jenis Brent untuk pengantaran Desember naik US$ 1,28 atau 1,2% menjadi US$ 106,40 per barel.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×