Reporter: Dimas Andi | Editor: Adi Wikanto
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Memasuki awal 2026, aksi pembelian kembali (buyback) saham kian gencar dilakukan oleh sejumlah emiten di Bursa Efek Indonesia (BEI). Investor receh bisa memanfaatkan aksi korporasi ini untuk mendapatkan cuan. Pasalnya, sejumlah saham yang akan dilakukan buyback dinilai undervalue.
Buyback ini diharapkan menjadi katalis positif bagi pergerakan harga saham, terutama di tengah volatilitas pasar dan tekanan indeks harga saham gabungan (IHSG).
Pekan lalu, dua emiten Grup Astra, yakni PT Astra International Tbk (ASII) dan PT United Tractors Tbk (UNTR), mengumumkan rencana pelaksanaan buyback saham masing-masing senilai Rp 2 triliun. Dana buyback tersebut sepenuhnya berasal dari kas internal perusahaan.
Periode buyback saham ASII berlangsung dari 19 Januari hingga 25 Februari 2026. Sementara itu, UNTR akan melaksanakan buyback mulai 22 Januari sampai 15 April 2026. Jumlah saham yang dibeli kembali oleh ASII dan UNTR tidak akan melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perusahaan.
Baca Juga: Prajogo Pangestu Kembali Borong Saham BREN, BRPT, dan CUAN
Selain Grup Astra, PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA) juga berencana menggelar buyback saham dengan nilai Rp 150 miliar pada periode 23 Januari hingga 23 April 2026.
Adapun daftar emiten yang mengumumkan buyback saham pada Januari 2026 antara lain:
- PT Astra International Tbk (ASII): buyback saham senilai Rp 2 triliun pada 19 Januari–25 Februari 2026.
- PT United Tractors Tbk (UNTR): buyback saham senilai Rp 2 triliun pada 22 Januari–15 April 2026.
- PT Erajaya Swasembada Tbk (ERAA): buyback saham senilai Rp 150 miliar pada 23 Januari–23 April 2026.
- PT Harum Energy Tbk (HRUM): buyback saham senilai Rp 335 miliar pada 5 Januari–17 Maret 2026.
- PT Asuransi Multi Artha Guna Tbk (AMAG): buyback saham senilai Rp 90,15 miliar pada 26 Januari–26 April 2026.
- PT Jaya Real Property Tbk (JRPT): perpanjangan buyback saham dengan dana Rp 50 miliar pada 14 Januari–13 April 2026.
Tonton: Dianggap Gangguan Mental, Seruan Pemakzulan Trump Menguat
Rekomendasi saham
Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menilai, maraknya aksi buyback menunjukkan keyakinan manajemen bahwa harga saham emiten berada di bawah nilai wajar di tengah volatilitas pasar. Langkah ini juga bertujuan memperkuat kepercayaan investor.
Khusus UNTR, buyback saham diperkirakan dipicu oleh koreksi harga sekitar 12%–15% akibat sentimen negatif terkait isu izin operasi PT Agincourt Resources. Buyback diarahkan untuk menahan tekanan harga sekaligus menegaskan bahwa valuasi UNTR saat ini masih menarik secara fundamental.
“Dalam kondisi pasar yang rapuh, buyback relatif menarik karena berpotensi menopang harga saham, meningkatkan earning per share (EPS), dan memperbaiki sentimen meski dampaknya tidak selalu instan,” ujar Abida.
Abida merekomendasikan beli saham ASII dan UNTR dengan target harga masing-masing di level Rp 7.450 per saham dan Rp 32.000 per saham, sedangkan saham ERAA lebih bersifat trading lantaran nilai buyback relatif kecil dan bisnis ritel gadget yang sensitif terhadap siklus konsumsi.
Pengamat Pasar Modal sekaligus Founder Republik Investor Hendra Wardana menambahkan, buyback saham umumnya dilakukan ketika manajemen menilai harga saham sudah terlalu murah (undervalued). Dari sisi investor, aksi ini berpotensi meningkatkan EPS, menopang harga saham, serta memperkuat kepercayaan terhadap prospek jangka menengah dan panjang emiten.
Hendra rekomendasi speculative buy saham ASII dengan target harga di level Rp 7.200 per saham. Hendra juga merekomendasikan buy on weakness saham UNTR di area Rp 27.000 per saham dan target di level Rp 29.000 per saham. Di sisi lain, saham ERAA cocok untuk strategi trading buy dengan target harga di level Rp 470 per saham.
Selanjutnya: Lonjakan Harga Chip Memori Tekan Industri Laptop, Harga Berpotensi Melonjak
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













