kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.733.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.761   27,00   0,15%
  • IDX 6.322   67,00   1,07%
  • KOMPAS100 839   7,95   0,96%
  • LQ45 630   5,46   0,87%
  • ISSI 216   2,85   1,34%
  • IDX30 357   2,75   0,78%
  • IDXHIDIV20 438   2,73   0,63%
  • IDX80 95   0,94   1,01%
  • IDXV30 116   0,37   0,32%
  • IDXQ30 115   0,98   0,86%

Buyback Jumbo Marak, Emiten Kakap Kirim Sinyal Optimisme di Tengah Koreksi Pasar


Rabu, 17 Juni 2026 / 07:57 WIB
Buyback Jumbo Marak, Emiten Kakap Kirim Sinyal Optimisme di Tengah Koreksi Pasar
ILUSTRASI. IHSG ditutup melemah ke posisi 5.941 (ANTARA FOTO/SULTHONY HASANUDDIN)


Reporter: Rashif Usman | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Sejumlah emiten besar di Bursa Efek Indonesia (BEI) kompak menggelar aksi pembelian kembali saham (buyback) bernilai jumbo di tengah kondisi pasar yang masih berfluktuasi. 

Langkah ini dinilai menjadi sinyal kuat bahwa manajemen melihat harga saham perusahaannya masih menarik dan memiliki prospek jangka panjang yang solid.

Di antara emiten yang menyiapkan dana terbesar adalah PT Astra International Tbk (ASII) yang mengalokasikan sekitar Rp 8 triliun untuk buyback saham menggunakan dana internal perusahaan. 

Sementara itu, PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) menyiapkan dana Rp 4 triliun, sedangkan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) berencana melakukan buyback dengan nilai maksimal Rp 500 miliar.

Baca Juga: Saham Emiten BUMN Masih Menarik di Tengah Koreksi Pasar, Cek Saham Jagoan Analis

Analis sekaligus Branch Manager Panin Sekuritas Pondok Indah, Elandry Pratama, menilai aksi buyback menjadi sentimen positif bagi pasar karena mencerminkan keyakinan manajemen terhadap nilai perusahaan. 

"Banyak saham berkualitas valuasinya lebih menarik dibandingkan rata-rata historisnya," ujarnya.

Menurut Elandry, buyback berpotensi meningkatkan kepercayaan investor sekaligus membantu menjaga stabilitas harga saham, terutama saat pasar bergejolak. Dari sisi fundamental, berkurangnya jumlah saham yang beredar juga dapat meningkatkan laba per saham atau earning per share (EPS).

 

Meski demikian, dampak buyback terhadap kenaikan harga saham tidak selalu sama. Efektivitasnya sangat bergantung pada besaran dana yang dialokasikan, kondisi pasar, serta prospek bisnis masing-masing emiten. 

Karena itu, investor tetap perlu mencermati kinerja fundamental perusahaan dan tidak menjadikan buyback sebagai satu-satunya dasar investasi.

Baca Juga: Aksi Buyback Saham Marak di Awal 2026, Cermati Saham Pilihan Analis

Senada, Analis BRI Danareksa Sekuritas Abida Massi Armand menjelaskan bahwa buyback umumnya memberikan tiga dampak utama terhadap pergerakan saham. 

Pertama, menciptakan permintaan tambahan yang dapat menjadi penopang harga saham di pasar. 

Kedua, menjadi sinyal bahwa manajemen menilai harga saham saat ini berada di bawah nilai wajarnya. 

Ketiga, memberikan dampak struktural terhadap valuasi perusahaan karena berkurangnya jumlah saham beredar dapat meningkatkan EPS maupun return on equity (ROE).

Abida menilai besarnya pengaruh buyback juga ditentukan oleh skala program dibandingkan kapitalisasi pasar emiten. 

Karena itu, buyback ASII senilai Rp 8 triliun dan TLKM sebesar Rp 4 triliun dinilai lebih material dibandingkan emiten dengan nilai buyback yang jauh lebih kecil.

Di tengah mulai munculnya aksi beli bersih (net buy) investor asing dalam beberapa hari perdagangan terakhir, program buyback dari sejumlah emiten besar menjadi katalis tambahan yang dapat memperkuat sentimen pasar. 

Baca Juga: Menilik Kinerja Emiten Investasi di Tengah Lesunya Pasar Saham

Namun, keberlanjutan kenaikan harga saham tetap akan ditentukan oleh kinerja bisnis dan prospek pertumbuhan masing-masing perusahaan.

Dari sisi rekomendasi, Abida mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ASII dan TLKM dengan target harga masing-masing Rp6.850 dan Rp3.750 per saham. 

Sementara Elandry merekomendasikan beli saham BBRI, TLKM, ASII, dan NCKL dengan target harga masing-masing Rp3.500, Rp3.300, Rp5.500, dan Rp1.200 per saham.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Tag


TERBARU

[X]
×