kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45938,20   9,85   1.06%
  • EMAS1.335.000 1,06%
  • RD.SAHAM 0.05%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Bursa Wall Street Menghijau, Penyelamatan Credit Suisse Tenangkan Pasar


Selasa, 21 Maret 2023 / 21:40 WIB
Bursa Wall Street Menghijau, Penyelamatan Credit Suisse Tenangkan Pasar
ILUSTRASI. Indeks utama Wall Street naik pada Selasa (21/3), setelah penyelamatan Credit Suisse menenangkan ketegangan tentang krisis perbankan yang lebih besar.


Sumber: Reuters | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Indeks utama Wall Street naik pada Selasa (21/3), setelah penyelamatan Credit Suisse menenangkan ketegangan tentang krisis perbankan yang lebih besar. Investor juga menunggu hasil pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve.

Para trader sebagian besar memperkirakan kenaikan suku bunga 25 basis poin bunga Fed.

Selasa (21/3) Pada pukul 09:41 ET, indeks Dow Jones Industrial Average naik 292,28 poin atau 0,91% ke 32.536,86.

Indeks S&P 500 naik 39,32 poin atau 1,00% ke level 3.990,89, dan Nasdaq Composite naik 108,64 poin atau 0,93 % menjadi 11.784,18.

Semua 11 indeks sektor S&P 500 menghijau, dengan sektor keuangan memimpin kenaikan.

Baca Juga: Beberapa Bank AS Kolaps, Dolar AS Masih Jadi Mata Uang Safe Haven

Pengambilalihan Credit Suisse oleh UBS dan langkah-langkah yang diambil bank sentral Swiss untuk meningkatkan likuiditas telah meredakan kekhawatiran penularan untuk sektor perbankan yang lebih luas. Namun, analis yakin krisis belum sepenuhnya dapat dihindari.

"Meskipun merupakan nilai tambah bahwa bank sejauh ini telah diselamatkan dalam hal simpanan, saya rasa kita belum melihat akhir dari gejolak ini," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities seperti dikutip Reuters.

Sistem perbankan AS menjadi stabil setelah tindakan tegas dari regulator, tetapi langkah lebih lanjut untuk melindungi deposan bank mungkin diperlukan jika lembaga yang lebih kecil mengalami simpanan yang mengancam lebih banyak penularan, kata Menteri Keuangan AS Janet Yellen.

Baca Juga: IHSG Berpotensi Menguat Jumat (24/3), Simak Saham Rekomendasi Analis

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×