kontan.co.id
| : WIB | INDIKATOR |

Bursa jual beli kripto asal Korea masuk ke Indonesia


Kamis, 31 Januari 2019 / 14:13 WIB

Bursa jual beli kripto asal Korea masuk ke Indonesia

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Belum seminggu Upbit beroperasi, Indonesia kembali kedatangan bursa jual beli kripto asal Korea Selatan. Kali ini, giliran Gopax yang buka lapak di Indonesia dengan mendirikan Gopax Indonesia. Tahun 2018 lalu, Coinone asal Korea Selatan sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia.

Gopax mengumumkan secara resmi kehadirannya di Indonesia pada, Kamis (31/1). Di Korea Gopax diluncurkan pertama kali pada November 2017. Gopax menjadi lima bursa exchange terbesar di Korea saat ini.


Pada Juli 2018, Gopax mulai ekspansi ke pasar global dengan mendirikan Gopax Global. Saat ini, Gopax termasuk 100 bursa kripto terbesar di dunia, versi Coinmarketcap dengan nilai transaksi harian sekitar US$ 5,1 juta per Kamis (31/1) siang. Sedangkan dalam sebulan terakhir volume trasaksi Gopax mencapai US$118,8 juta.

"Melihat besarnya potensi aset kripto di Indonesia, maka Gopax akhirnya sampai juga ke Jakarta pada Desember 2018. Kami peratama kali live pada 26 Desember 2018," ujar M.Yusuf Musa, Busniess Strategist Gopax Indonesia, kepada wartwan di Jakarta, Kamis (31/1).

Sejak mulai menjajal pasar Indonesia pada akhir Desember lalu, saat ini jumlah pengguna Gopax mencapai 200 orang. Meski masih kecil, Yusuf mengatakan dalam waktu dekat, jumlah tersebut diperkirakan akan meningkat tajam antara lain dengan melakukan roadshow ke berbagai daerah untuk memperkenalakn Gopax dan aset kripto kepada masyarakat. Selain itu, saat ini Gopax juga membagikan koin Stellar Lumens (XLM) secara gratis kepada 11.111 user pertama masing-masing 35 koin per pengguna.

Pada tahap pertama, Gopax akan memperdagangkan 9 jenis kripto aset yaitu Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Ripple (XRP), Stellar Lumens (XLM), EOS, Litecoin (LTC), Bitcoin Cash (BCHABC),Moss Coin (MOC) dan Zcash (ZEC). Ke depan, jumlah tersebut menurutkan akan terus bertambah.

Di Indonesia, Gopax berada di bawah PT Magna Digital Lab. Perusahaan yang sudah berdiri sejak 2015 ini selama ini bergerak di bidang pengembanan aplikasi digital. Pengelolaan Gopax Indonesia dilakukan oleh PT Magna Digital Lab dengan menjalin kemitraan dengan Stream Inc, perusahaan asal Korea Selatan.

Yusuf mengatakan sebagai paltform jual beli aset digital, Gopax Indonesia mengedepankan aspek keamanan dalam transaksi. "Gopax sangat berkomitmen dengan keamanan bertrasaksi," ujarnya.

Di Korea Sendiri, menurutnya Gopax sudah mendapatkan sertifikat ISO/IEC 27001 di bidang Information Management System. Yusuf mengatakan sejak diluncurkan di Korea Selatan, sistem keamanan Gopax dapat mempertahankan rekor bersih dari gangguan server ataupun peretasan sampai saat ini. "Hingga saat ini Gopax bersih dari serangan cyber dan Gopax Indonesia mengdopsi sistem tersebut," ujarnya.

Isu keamanan siber memang menjadi persoalan serius di dunia kripto. Data yang dirilis CipherTrace pada Selasa (29/1) lalu mengungkapkan kejahatan siber di dunia kripto makin marak terjadi. Lembaga tersebut mengungkapkan sepajang 2018 lalu, nilai kerugian akibat pencurian dan kasus penipuan di industri kripto mencapai US$1,7 miliar.

Dari jumlah tersebut, kripto senilai US$950 juta dicuri peretas dari bursa jual beli kripto atau exchange. Angka ini meningkat tajam bila dibandingkan tahun 2017 yang mencapai US$266 juta dan 2016 setara US$152 juta. Jepang dan Korea Selata termasuk negara yang paling rawan kasus pencurian kripto di bursa.

Selain kasus pencurian, kasus penipuan atau scam juga marak terjadi di 2018 lalu. CipherTrace mencatat kasus penipuan dengan berbagai modus telah merugikan investor kripto sebanyak US$725. Jumlah ini juga meningkat tajam bila dibandingkan tahun 2017 yang mencapai US$56 juta.


Reporter: Petrus Dabu
Editor: Yoyok
Video Pilihan


Close [X]
×