kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   27.000   0,96%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Bursa Asia terpapar kekhawatiran baru ekonomi Eropa


Jumat, 08 Maret 2019 / 07:57 WIB
Bursa Asia terpapar kekhawatiran baru ekonomi Eropa


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia tergerus menjelang akhir pekan. Jumat (8/3) pukul 8.35 WIB, indeks Nikkei 225 turun 1,27% ke angka 21.183. Indeks Hang Seng melorot 1,59% ke 28.318.

Indeks Taiex tergerus 1,03% ke 10.204. Kospi pun turun 0,97% ke 2.145. Sementara indeks ASX turun 0,87% ke 6.209. Dua bursa Asia Tenggara pun turun di perdagangan hari ini. Straits Times dan FTSE Malaysia turun masing-masing 0,64% dan 0,26%.

Kemarin, European Central Bank mengumumkan suku bunga yang tetap berada di level rendah. ECB pun memangkas prediksi pertumbuhan tahun ini hingga tahun 2021. Selain itu, ECB menawarkan pinjaman murah bagi perbankan.

"Ketika bank sentral mengambil langkah mengejutkan seperti saat ini, investor bertanya-tanya apakah kondisi lebih buruk daripada perkiraan mereka," kata Gavin Friend, senior market strategist NAB kepada Reuters.

Dia mengatakan, perkembangan ini akan menurunkan keyakinan pasar dan menyebabkan harga saham dan imbal hasil obligasi turun.

ECB memperkirakan, ekonomi Zona Euro akan tumbuh 1,1% tahun ini, 1,6% tahun depan, dan 1,5% pada tahun 2021. Bank sentral menahan suku bunga acuan 0%, suku bunga kredit 0,25% dan suku bunga simpanan -0,40%. "Suku bunga euro bisa ada di level sekarang hingga tahun 2021. Ini bukan merupakan kabar baik bagi perbankan Zona Euro dan kurs euro," ungkap ANZ dalam riset.

ECB merilis targeted longer-term refinancing operastions (TLTRO-III) yang akan berlaku September 2019 hingga Maret 2021 dengan tenor dua tahun. Progam ini bertujuan untuk menjaga kondisi kredit perbankan dan memperhalus transmisi kebijakan ekonomi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×