kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.874   -61,00   -0,34%
  • IDX 5.825   -71,16   -1,21%
  • KOMPAS100 755   -9,67   -1,26%
  • LQ45 576   -7,92   -1,36%
  • ISSI 201   -1,47   -0,72%
  • IDX30 327   -4,48   -1,35%
  • IDXHIDIV20 403   -4,61   -1,13%
  • IDX80 86   -1,07   -1,23%
  • IDXV30 109   -0,82   -0,75%
  • IDXQ30 105   -1,32   -1,24%

Bursa Asia tergelincir Rabu pagi, Nikkei 225 Jepang jatuh hampir 2%


Rabu, 19 Mei 2021 / 08:13 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham Asia-Pasifik tergelincir pada perdagangan Rabu (19/5) pagi, dengan beberapa pasar di kawasan itu tutup untuk liburan.

Melansir CNBC, indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,79% pada awal perdagangan dan indeks Topix tergelincir 1,18%.

Indeks acuan S & P / ASX 200 Australia juga turun 0,65%.

Indeks MSC Asia-Pasifik di luar Jepang diperdagangkan 0,13% lebih rendah.

Dalam perkembangan perusahaan, Singapore Airlines akan mengumumkan hasil setahun penuhnya pada hari Rabu.

Baca Juga: Prediksi IHSG Rabu 19/5 naik, cermati 4 saham rekomendasi untuk trading hari ini

Pasar Hong Kong dan Korea Selatan tutup karena hari libur.

Semalam di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average turun 267,13 poin menjadi 34.060,66 dan S&P 500 tergelincir 0,85% menjadi ditutup pada 4.127,83. Indeks Nasdaq Composite merosot 0,56% menjadi 13.303,64.

Mata uang dan minyak

Indeks dolar AS, yang melacak greenback terhadap sekeranjang rekan-rekannya, berada di 89,779 menyusul penurunan baru-baru ini dari atas 90.

Yen Jepang diperdagangkan pada 108,86 per dolar, kemarin menguat dari atas 109 terhadap greenback. Dolar Australia diperdagangkan pada US$ 0,7787, lebih tinggi dari level sekitar US$ 0,774 yang terlihat awal pekan ini.

Harga minyak tergelincir pada pagi hari jam perdagangan Asia, dengan minyak mentah Brent turun 0,41% menjadi US$ 68,43 per barel. Sedangkan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot 0,46% menjadi US$ 65,19 per barel.

Selanjutnya: Analis memproyeksi IHSG masih bergerak di zona hijau pada Rabu (19/5)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×