kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45795,33   3,48   0.44%
  • EMAS938.000 0,00%
  • RD.SAHAM 0.38%
  • RD.CAMPURAN 0.17%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.08%

Bursa Asia naik, investor mencermati hubungan dagang AS-China


Senin, 25 Mei 2020 / 08:26 WIB
Bursa Asia naik, investor mencermati hubungan dagang AS-China
ILUSTRASI. Passersby wearing protective face masks following an outbreak of the coronavirus disease (COVID-19) are reflected on a screen displaying stock prices outside a brokerage in Tokyo, Japan, March 17, 2020. REUTERS/Issei Kato

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka menguat pada awal perdagangan pekan ini. Senin (25/5) pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 naik260,44 poin atau 1,28% ke 20.648,60, sementara ASX 200 naik 86,97 poin atau 1,58% ke 5.584. 

Mengutip Reuters, Senin (25/5), investor mulai berhati-hati karena meski ada sentimen dari bank sentral global yang meningkatkan pelonggaran moneter, namun ketegangan perdagangan antara China dan AS yang kembali meningkat membuat risk appetite investor berkurang.

Indeks Nikkei melonjak 1,5% setelah surat kabar Nikkei melaporkan bahwa Jepang mempertimbangkan paket stimulus baru senilai lebih dari US$ 929 miliar yang sebagian besar akan terdiri dari program bantuan keuangan untuk perusahaan yang terkena pandemi virus corona.

Baca Juga: Bursa Asia Tenggara terseret ketegangan China-AS karena UU Keamanan Nasional

Analis memperkirakan perdagangan akan tenang dan pasar AS dan Inggris libur.

"Namun demikian, fokusnya cenderung pada Kongres Rakyat Nasional China, karena diskusi kebijakan politik dan ekonomi terus berlanjut," tulis analis ANZ dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters.

"Sentimen geopolitik akan mendapatkan perhatian karena hubungan AS-China terus mewakili risiko penurunan untuk pasar," tambah ANZ.

Pada hari Jumat, China mengusulkan penerapan undang-undang keamanan nasional di Hong Kong saat Beijing meluncurkan perincian undang-undang yang dilihat para kritikus sebagai titik balik bagi bekas jajahan Inggris.

Proposal itu memancing kemarahan warga Hong Kong yang menentang aturan jarak sosial dan memprotes di jalan-jalan sementara Amerika Serikat memperingatkan langkah Beijing bisa mengarah pada sanksi AS.

Departemen Perdagangan AS mengatakan pada Jumat malam bahwa pihaknya menambahkan 33 perusahaan China dan lembaga lain ke daftar hitam untuk pelanggaran hak asasi manusia dan untuk mengatasi masalah keamanan nasional AS.

Hubungan China-AS merosot sejak pecahnya virus corona, dimana administrasi Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping memperdagangkan duri atas pandemi, termasuk tuduhan menutup-nutupi dan kurangnya transparansi.

Baca Juga: Bursa Asia bergerak datar di tengah meningkatnya ketegangan AS-China

Kedua negara adikuasa juga berselisih soal Hong Kong, hak asasi manusia, perdagangan, dan dukungan AS untuk Taiwan yang diklaim Tiongkok.

Pada saat yang sama, para analis mengatakan stimulus bank sentral yang luas untuk membantu menumpulkan goncangan ekonomi dari pandemi COVID-19 yang terus menopang sentimen dan mendukung pasar saham.

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.


TERBARU

[X]
×