kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.716   -3,00   -0,02%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bursa Asia Mixed, Mayoritas Indeks Melemah Terseret Penurunan Wall Street


Jumat, 17 Desember 2021 / 08:31 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Jumat (17/12) dengan mayoritas indeks melemah. 

Pukul 08.20 WIB, indeks Nikkei 225 turun 241,29 poin atau 0,3% ke 28.825,87, Hang Seng turun 11,72 poin atau 0,05% ke 23.463,78, Taiex turun 58,94 poin atau 0,33% ke 17.718,27.

Kospi naik 4,10 poin atau 0,14% ke 3.010,51, ASX 200 naik 41,14 poin atau 0,56% ke 17.336,40, Straits Times turun 3,93 poin atau 0,13% ke 3.125,99 dan FTSE Malaysia turun 1,01 poin atau 0,07% ke 1.483,63.

Bursa Asia terkoreksi menyusul penurunan Wall Street yang dipicu oleh aksi jual saham teknologi karena pengetatan kebijakan moneter untuk melawan inflasi yang mempengaruhi sentimen investor.

Baca Juga: The Fed Beri Kepastian Kenaikan Suku Bunga, Bursa Asia Menguat

Mengutip Bloomberg, saham di Jepang dan Korea Selatan tergelincir, sementara indeks Australia naik.

Bank-bank sentral secara global memperketat pengaturan moneter sebagai upaya untuk menahan inflasi, sementara juga mewaspadai dampak dari varian Omicron. 

Latar belakang itu membuat investor mempertanyakan apakah saham global akan mengalami penurunan setelah naik hampir dua kali lipat dari posisi terendah pandemi.

"Siklus yang Anda lihat di sini benar-benar tentang perubahan nada, perubahan rezim, kemungkinan kebijakan yang lebih ketat tahun depan, tidak hanya di The Fed tetapi secara global," kata Alicia Levine, kepala penasihat ekuitas dan pasar modal BNY Mellon Wealth Management seperti dikutip Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×