kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.706   62,71   1,11%
  • KOMPAS100 737   9,52   1,31%
  • LQ45 558   5,20   0,94%
  • ISSI 199   2,08   1,06%
  • IDX30 316   2,13   0,68%
  • IDXHIDIV20 390   0,47   0,12%
  • IDX80 84   0,86   1,03%
  • IDXV30 106   -0,37   -0,35%
  • IDXQ30 102   0,44   0,43%

Bursa Asia menguat di tengah pelemahan mata uang


Rabu, 28 November 2018 / 08:52 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa saham kawasan Asia menguat di tengah pekan ini. Rabu (28/11) pukul 8.42 WIB, indeks Nikkei 225 menguat 0,71% ke level 22.109. Hang Seng naik 0,50% ke 26.459.

Indeks Shanghai naik tipis 0,03% ke 2.575. Indeks Taiex naik 0,17% ke 9.795 dan Kospi naik 0,01% ke 2.099.

Indeks Straits Times turun 0,18% ke 3.085 dan FTSE Malaysia turun 0,26% ke 1.680.

Penguatan sebagian besar bursa ini terjadi di tengah pelemahan mayoritas mata uang Asia. Pelemahan kurs terhadap dollar Amerika Serikat (AS) terjadi pada mata uang peso Filipina, ringgit, rupiah, won, dollar Singapura, yuan, dollar Hong Kong, baht, dan yen.

Sementara indeks dollar makin melaju ke 97,41 pagi ini. Indeks yang mencerminkan kurs dollar AS terhadap mata uang utama dunia ini menguat dalam empat hari perdagangan berturut-turut.

Pasar saham global menunggu pertemuan G20 yang akan berlangsung akhir pekan ini. Pasar berharap, kesepakatan dagang AS-China dan juga AS dengan partner lainnya bisa tercapai. Tapi, ada beberapa laporan yang menyebut bahwa Presiden AS Donald Trump berpotensi mengenakan tarif impor mobil dari Uni Eropa.

Selain itu, AS dan Kanada juga belum sepakat soal perdagangan produk dairy. Hal ini mengganjal rencana kesepakatan perdagangan US Mexico Canada Agreement (USMCA).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×