kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.808   -72,00   -0,43%
  • IDX 8.032   96,61   1,22%
  • KOMPAS100 1.132   15,02   1,34%
  • LQ45 821   5,36   0,66%
  • ISSI 284   5,77   2,08%
  • IDX30 427   0,41   0,10%
  • IDXHIDIV20 513   -1,95   -0,38%
  • IDX80 127   1,53   1,22%
  • IDXV30 139   0,46   0,33%
  • IDXQ30 139   -0,29   -0,21%

Bursa Asia mengekor penguatan Wall Street


Kamis, 05 Oktober 2017 / 08:51 WIB
Bursa Asia mengekor penguatan Wall Street


Reporter: Dupla Kartini | Editor: Dupla Kartini

KONTAN.CO.ID - TOKYO. Bursa Asia dibuka menguat pada Kamis (5/10), jelang rilis data penjualan ritel Australia. Saham Asia mengekor penguatan di bursa Wall Street.

Mengutip CNBC, indeks saham Jepang, Nikkei 225 naik 0,13% ke level 20.653,58 pada awal perdagangan. Indeks Topix juga naik 0,1%.

Sementara, indeks Australia ASX 200 dibuka naik 0,08% menjadi 5.656,5. Kenaikan tipis karena pasar mengantisipasi rilis data penjualan dan penjualan ritel bulan Agustus pada hari ini. Sedangkan, bursa China, Korea Selatan dan Hong Kong tutup karena liburan.

Semalam, ketiga indeks di Wall Street mencetak rekor tertinggi baru. S&P bahkan reli tujuh hari, terpanjang sejak Mei lalu.

"Sepertinya pasar menjaga posisi jelang rilis data ketenagakerjaan sektor non pertanian (non-farm payroll) AS pada Jumat, mengingat ketidakpastian lebih dari biasanya akibat efek badai," kata Tapas Strickland, Ekonom National Australia Bank seperti dilansir CNBC.

Dari sisi nilai tukar, Kamis pagi, dollar AS diperdagangkan naik terhadap sejumlah mata uang utama di level 93,52, dari sesi sebelumnya di 93,45. Meski demikian, The greenback masih berada di bawah 93,6, level tertinggi awal pekan ini.

"Data AS yang lebih kuat dari perkiraan membantu greenback mengakhiri penurunan di awal sesi dan berakhir di dekat ke level tertinggi," kata Kathy Lien, Managing director strategi valuta asing di BK Asset Management, seperti dilansir CNBC.

Lien menambahkan, dollar seharusnya diperdagangkan jauh lebih tinggi mengingat kekuatan tak terduga dari laporan data ISM non-manufaktur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×