kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bursa Asia kompak merosot sebelum akhir pekan


Jumat, 06 Maret 2020 / 08:46 WIB
ILUSTRASI. Setelah mayoritas menguat pada perdagangan kemarin, bursa Asia turun lagi pada pagi ini.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Volatilitas bursa saham Asia masih terjadi. Setelah mayoritas menguat pada perdagangan kemarin, bursa Asia turun lagi pada pagi ini.

Jumat (6/3) pukul 8.35 WIB, indeks Nikkei 225 melemah 2,24% ke 20.852. Hang Seng turun 1,48% ke 26.373. Taiex tergerus 1% ke 11.403. Kospi merosot 1,94% ke 2.044.

ASX 200 turun 1,56% ke 6.295. Straits Times turun 0,86% ke 2.992. Sedangkan FTSE Malaysia turun 0,64%.

Baca Juga: Rupiah melemah lagi jelang akhir pekan, masih menguat dalam seminggu terakhir

Penyebaran virus corona yang telah mencapai lima benua menyebabkan investor kembali gemetar setelah sempat menilai risiko berkurang. "Optimisme global memupus dan sekarang orang-orang mulai mempertanyakan seburuk apa virus corona ini akan berlangsung," kata Takuya Kanda, general manager of research Gaitame.com Research Institute kepada Reuters.

Kanda menilai, sejumlah investor memilih US Treasury untuk memarkir uang. Tapi untuk orang-orang lain, membeli dolar dan saham tidak mungkin dilakukan.

Kemarin, tiga indeks utama Wall Street turun lebih dari 3% dalam sehari. Penurunan ini melanjutkan penurunan mingguan terburuk sejak Oktober 2008 ketika krisis finansial.

Baca Juga: Harga emas terbang ke US$ 1.673, tertinggi dalam lebih dari 7 tahun terakhir

Sejumlah bank sentral seperti Federal Reserve, Bank of Canada, dan Hong Kong Monetary Authority menggunting suku bunga acuan sebesar 50 basis points (bps). Sedangkan Reserve Bank of Australia dan Bank Negara Malaysia menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 bps.

Tapi, pembatasan perjalanan yang diterapkan berbagai negara serta penutupan pabrik masih tetap menekan potensi pertumbuhan ekonomi global.

Di Asia, mayoritas mata uang pun melemah. Won memimpin pelemahan sebesar 0,82%, disusul rupiah, ringgit, peso, dolar Taiwan, dolar Singapura, dan yuan. Sedangkan penguatan terjadi pada baht, yen, dan dolar Hong Kong.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×