kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.729.000   18.000   0,66%
  • USD/IDR 17.719   -99,00   -0,56%
  • IDX 6.255   247,31   4,12%
  • KOMPAS100 831   37,01   4,66%
  • LQ45 625   27,23   4,56%
  • ISSI 213   7,03   3,41%
  • IDX30 354   15,20   4,48%
  • IDXHIDIV20 435   17,42   4,17%
  • IDX80 94   4,30   4,80%
  • IDXV30 116   2,90   2,56%
  • IDXQ30 114   4,59   4,21%

Bursa Asia Kompak Memerah, Terseret Pelemahan Wall Street


Kamis, 07 April 2022 / 08:27 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia kompak memerah pada perdagangan Kamis (7/4) pagi, mengekor penurunan Wall Street.

Pukul 08.17 WIB, indeks Nikkei 225 turun 524,12 poin atau 1,90% ke 26.827,29, Kospi turun 22,25 poin atau 0,81% ke 2.712,61, ASX 200 turun 39,09 poin atau 0,52% ke 7.450,70, Straits Times turun 22,70 poin atau 0,67% ke 3.399,70 dan FTSE Malaysia turun 3 poin atau 0,19% ke 1.601,72.

Mengutip Bloomberg, pelemahan bursa Asia dipicu oleh melemahnya Wall Street setelah Federal Reserve menguraikan rencana untuk mengurangi neraca lebih dari US$ 1 triliun per tahun, sambil menaikkan suku bunga untuk meredam kenaikan inflasi.

Selain itu, bank sentral juga memberikan isyarat bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan kenaikan suku bunga setengah poin dan mengurangi kepemilikan obligasi besar-besaran dengan kecepatan maksimum US$ 95 miliar per bulan untuk memperketat kondisi keuangan.

Baca Juga: Asing Banyak Menadah Saham-Saham Ini di Tengah Penurunan IHSG pada Rabu (6/4)

Rencana The Fed untuk memangkas neraca keuangan hampir US$ 9 triliun membawa risiko bagi pertumbuhan ekonomi dan dapat menunjukkan lebih banyak volatilitas di pasar global.

Investor ragu bahwa The Fed dapat menghindari resesi ekonomi terbesar di dunia karena fokus pada aktivitas yang melambat untuk menurunkan tekanan harga.

"Pekerjaan mengatur soft landing ini akan sulit," kata Tracie McMillion, kepala strategi alokasi aset global Wells Fargo Investment Institute kepada Bloomberg.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×