Sumber: Bloomberg | Editor: Sanny Cicilia
TOKYO. Bursa Asia pagi ini, Kamis (3/12) terpukul oleh lesunya harga minyak dunia dan penguatan dollar AS. Saham-saham energi di kawasan ikut terkoreksi.
Harga minyak diperdagangkan di level US$ 40 per barel pagi ini, setelah kemarin sempat ditutup pada US$ 39,94. Harga kian dingin jelang pertemuan negara penghasil minyak OPEC di Wina, besok (4/12).
MSCI Asia Pacific Index kehilangan 0,2% pada pukul 9:56 waktu Tokyo. Di bursa Jepang, mayoritas saham jatuh ketimbang yang menguat.
Bursa Australia S&P/ASX 200 Index terkoreksi 0,6% dipicu penurunan saham energi dan komoditas mentah. Indeks Kospi di Korea Selatan terkoreksi 1,3%.
Penurunan harga komoditas ini beriringan dengan spekulasi lesunya ekonomi Uni Eropa. Bank sentral Eropa (ECB) diperkirakan akan menambah stimulus ke pasar pada pertemuan yang digelar dua hari lagi.
Lesunya Eropa dan komoditas kontrak dengan pernyataan Gubernur bank sentral AS Federal Reserve Janet Yellen, yang percaya diri dengan kondisi ekonomi Amerika saat ini dan bersiap untuk meninggalkan era bunga 0%.
Pernyataan Yellen juga melambungkan penguatan dollar AS. "Jelang pertemuan OPEC dan ECB, tiba-tiba The Fed mengatakan, ini saatnya kita pergi dari kebijakan longgar. Secara alamiah, pasar saat ini merasa gugup," kata Shane Oliver, head of investment strategy di AMP Capital Investors Ltd. Sidney.
The Fed akan melakukan pertemuan pada 16 Desember mendatang, yang makin diyakini pasar akan mengeksekusi kenaikan bunga di bulan ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News