Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - Bursa Saham Asia-Pasifik dibuka sebagian besar lebih tinggi pada perdagangan Kamis (27/2), setelah indeks utama Wall Street mencatat kenaikan meskipun di tengah ancaman tarif baru dari Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Di Australia, indeks S&P/ASX 200 naik 0,37% pada awal perdagangan. Sementara itu, di Jepang, Nikkei 225 menguat 0,32% dan Topix naik 0,26%. Namun, di Korea Selatan, Kospi turun 0,2%, sementara indeks Kosdaq yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil justru naik 0,26%.
Saham Seven & i Holdings, operator toko swalayan asal Jepang, merosot lebih dari 10% setelah upaya akuisisi oleh keluarga pendirinya gagal mendapatkan pembiayaan.
Baca Juga: Bursa Asia Kompak Melemah, Merespons Kebijakan Tarif Dagang Trump
Berdasarkan laporan Yomiuri, perusahaan tersebut telah membatalkan rencana pembelian manajemen yang sebelumnya diperkirakan mencapai lebih dari 8 triliun yen (sekitar US$ 53,69 miliar).
Di Hong Kong, indeks berjangka Hang Seng berada di level 23.625, lebih rendah dibandingkan penutupan terakhir indeks HSI di 23.787,93.
Ancaman Tarif Baru dari Trump
Pada Rabu (26/2), Trump mengancam akan menerapkan tarif sebesar 25% terhadap impor dari Uni Eropa. Pernyataan ini muncul setelah ia memutuskan untuk tetap mengenakan tarif terhadap Meksiko dan Kanada, setelah sebelumnya sempat menunda penerapan selama satu bulan.
Investor juga akan mencermati pergerakan saham sektor chip di Asia, setelah Nvidia melaporkan laba kuartal keempat yang melampaui ekspektasi Wall Street.
Perusahaan semikonduktor tersebut juga memberikan proyeksi optimistis untuk kuartal berjalan serta menegaskan keyakinannya dalam mempertahankan pertumbuhan yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI).
Baca Juga: Aktivitas Pabrik Asia Melemah di Tengah Ancaman Tarif Donald Trump
Goldman Sachs dalam catatannya pada Rabu menilai bahwa meskipun pasar telah mulai bereaksi terhadap kebijakan ini, risiko tarif besar masih belum sepenuhnya diperhitungkan.
Kamakshya Trivedi, Kepala Strategi Valuta Asing, Suku Bunga, dan Pasar Berkembang di Goldman Sachs, memperingatkan bahwa jika Trump benar-benar menerapkan tarif lebih luas dan besar, maka ekuitas AS berpotensi mengalami penurunan lebih lanjut, sementara dolar AS dapat menguat lebih jauh.
Di pasar AS, S&P 500 mencatat kenaikan dan mengakhiri penurunan selama empat hari dengan ditutup di level 5.956,06.
Baca Juga: Trump Ancam Tarif Baru, Ini yang Tengah Diincar Tiongkok untuk Mengalahkannya
Sementara itu, Dow Jones Industrial Average turun 188,04 poin atau 0,43% menjadi 43.433,12, meskipun sebelumnya sempat menguat hingga 245,34 poin atau sekitar 0,6%. Di sisi lain, Nasdaq Composite, yang didominasi saham teknologi, naik 0,26% ke level 19.075,26.
Selanjutnya: Bahlil Pastikan BBM yang Disalurkan ke Masyarakat Sudah Sesuai Spesifikasi
Menarik Dibaca: 30 Link Poster Ramadan Anak-Anak Lucu dan Bikin Anak Antusias Sambut Ramadan 2025
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News