kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.799.000   25.000   0,90%
  • USD/IDR 17.900   47,00   0,26%
  • IDX 6.127   -2,81   -0,05%
  • KOMPAS100 807   -1,47   -0,18%
  • LQ45 611   -9,23   -1,49%
  • ISSI 216   0,35   0,16%
  • IDX30 348   -6,56   -1,85%
  • IDXHIDIV20 426   -11,92   -2,72%
  • IDX80 93   -0,89   -0,95%
  • IDXV30 118   -2,46   -2,04%
  • IDXQ30 112   -2,96   -2,59%

Bursa Asia Bervariasi Pada Perdagangan Kamis (27/1) Pagi


Kamis, 27 Januari 2022 / 08:27 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia. REUTERS/Issei Kato


Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia dibuka bervariasi pada perdagangan Kamis (27/1) pagi dengan mayoritas indeks melemah. Pukul 08.10 WIB, ideks Nikkei 225 turun 51,17 poin atau 0,18% ke 26.959,62, Kospi turun 41,57 poin atau 1,53% ke 2.667,79, ASX 200 turun 68,33 poin atau 0,98% ke 6.893,30, Straits Times turun 19,52 poin atau 0,61% ke 3.251,09 dan FTSE Malaysia naik 0,87 poin atau 0,06% ke 1.516,2

Bursa Asia bergerak koreksi setelah investor mengevaluasi sinyal Gubernur Federal Reserve Jerome Powell tentang kenaikan suku bunga Maret dan kemungkinan kenaikan pada setiap pertemuan kebijakan.

Ekuitas berfluktuasi di Jepang dan tergelincir di Australia dan Korea Selatan.

Mengutip Bloomberg, Powell menyatakan tekad The Fed untuk meredam inflasi cukup kuat di tengah pemulihan ekonomi dari pandemi. 

Baca Juga: Wajah Bursa Asia Beragam, Investor Menantikan Hasil Rapat The Fed

Bank sentral juga mengatakan mereka mengharapkan proses pengurangan neraca akan dimulai setelah mulai menaikkan suku bunga.

Pengetatan The Fed mendorong aksi jual saham dan obligasi tahun ini karena investor menyesuaikan diri dengan surutnya stimulus di era pandemi dan mempertanyakan apakah itu akan menimbulkan risiko bagi momentum pertumbuhan ekonomi.

"Pertemuan FOMC bermain lebih hawkish dari yang kami harapkan," kata Steven Englander, kepala global penelitian G-10 di FX Standrad Chartered Bank dalam sebuah catatan.

"Pernyataan FOMC sebagian besar seperti yang diantisipasi, tetapi Gubernur The Fed menekankan risiko inflasi menunjuk pada langkah penarikan kebijakan yang stabil." 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×