kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Bursa Asia bervariasi, konflik AS-China jadi perhatian investor


Kamis, 23 Juli 2020 / 08:48 WIB
ILUSTRASI. Bursa Asia bergerak mixed di tengah gelombang kedua virus corona dan kenaikan tensi AS-China.


Reporter: Wahyu Tri Rahmawati | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak mixed di tengah gelombang kedua virus corona di sejumlah negara dan gelombang kenaikan tensi hubungan Amerika Serikat (AS) dan China.

Pada Kamis (23/7) pukul 8.32 WIB, indeks Hang Seng menguat 0,60% ke 25.208. Straits Times menguat 0,25% ke 2.601.

Sedangkan Taiex melemah 0,39% ke 12.425. Sementara indeks Kospi turun 0,80% ke 2.210.

Pada putaran terbaru konflik AS-China, AS memerintahkan China untuk menutup konsulat di Houston. AS mengungkapkan bahwa langkah ini dilakukan untuk melindungi hak kekayaan intelektual AS dan informasi privat AS.

Baca Juga: Aksi saling balas AS-China masih terjadi, harga minyak turun tipis

China mengutuk langkah ini. Sumber Reuters mengatakan bahwa pemerintah China mempertimbangkan penutupan konsulat AS di Wuhan sebagai langkah balasan. "Sentimen pasar bervariasi dengan optimisme terkini terhambat oleh penutupan konsulat AS-China," kata Timre Speizer dan Tim Riddell dari Westpac Banking Corporation kepada Reuters.

Kemarin, Wall Street menguat meski jumlah kasus virus corona di AS masih meningkat tinggi. Bahkan, California melewati jumlah kasus virus corona New York yang awalnya menjadi episentrum virus di AS.

Sementara bursa Eropa cenderung turun akibat konflik antara AS-China. Di sisi lain, harga emas kemarin melonjak dan mencapai level tertinggi baru tahun ini pada US$ 1.871 pada perdagangan kemarin meski turun pada pagi ini.

Baca Juga: Harga emas spot turun setelah terbang tinggi, mampukah mendekati rekor US$ 1.900?

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×