kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Bursa Asia berpotensi rebound


Senin, 17 Maret 2014 / 06:43 WIB
ILUSTRASI. Chief Operating Officer Lalamove Paul Loo bersama Managing Director Lalamove Indonesia Andi M. Rizki di Jakarta (25/10/2022).


Reporter: Wuwun Nafsiah | Editor: Avanty Nurdiana

JAKARTA. Bursa Asia melemah akhir pekan lalu. Indeks MSCI Asia Pasific ditutup turun 1,6% ke 134,32, Jumat (14/03). Pergerakan indeks MSCI Asia Pasific turun 3,4% dalam sepekan.

Beberapa indeks bursa Asia yang melemah diantaranya, indeks Nikkei, Hang Seng dan Shanghai. Indeks Nikkei turun 3,3% ke 14.327,66. Begitu juga dengan indeks Hang Seng yang melemah 1% ke 21.539,49. Tapi, IHSG justru melesat di akhir pekan lalu ke 4.878,64 atau naik 3,23%.

Analis Reliance Securities, Lanjar Nafi Taulat mengatakan, bursa Asia pekan ini berpotensi rebound. Sebab, pekan ini, Eropa akan merilis data consumer price index (CPI) yang diperkirakan stabil.  

William Suryawijaya, analis Asjaya Indosurya Securities menambahkan, pergerakan bursa Asia dipengaruhi aksi investor Amerika yang sejak pekan lalu AS melakukan penarikan dana dan berimbas ke bursa Asia. Dia memperkirakan, bursa Asia minggu ini bergerak sideways. "Belum ada katalis untuk bursa Asia," kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×