kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |

Bursa Asia bergerak variasi, tersandung data lonjakan jumlah kasus virus corona


Kamis, 13 Februari 2020 / 08:36 WIB
Bursa Asia bergerak variasi, tersandung data lonjakan jumlah kasus virus corona
ILUSTRASI. Ilustrasi bursa Asia.

Reporter: Herlina KD | Editor: Herlina Kartika

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Bursa Asia bergerak variasi dengan sejumlah indeks terkoreksi pada perdagangan pagi ini. Kamis (13/2) pukul 08.26 WIB, indeks Nikkei 225 turun 15,83 pin atau 0,07% ke 24.845,15, Hang Seng..Taiex naik 68,73 poin atau 0,58% ke 11.842,99, Kospi naik 13,26 poin atau 0,6^% ke 2.251,39, ASX 200 naik 12,57 poin atau 0,18% ke 7.100,50, Straits Times naik 7,23 poin atau 0,23% ke 3.230,44 dan FTSE Malaysia turun 0,46 poin atau 0,03% ke 1.542,98.

Baca Juga: Bursa Asia menguat disokong meredanya kekhawatiran investor akan wabah virus corona

Bursa Asia goyah setelah laporan baru tentang wabah virus corona menunjukkan lonjakan kasus baru di Wuhan, pusat penyebaran virus tersebut.

Mengutip Reuters, Provinsi Hubei melaporkan 242 kematian baru dan mengonfirmasi 14.840 kasus baru pada 12 Februari, naik drastis dari 2.015 kasus baru sehari sebelumnya.

Lonjakan kasus ini menghancurkan harapan bahwa kasus virus corona mulai mereda, dan membatasi kenaikan di bursa saham.

"Perlambatan kasus corona menjadi pendorong utama rally aset dalam 24 jam terakhir. Banyak orang melompat pada kesimpulan bahwa virus corona sudah mencapai puncaknya," kata Michael McCharthy, kepala ahli strategi CMC Markets di Sydney seperti dikutip Reuters.

"Kebalikan dari apa yang tampaknya menjadi kabar baik sudah cukup untuk membuat orang-orang berebut keluar (dari pasar saham)."

Semalam, kepala WHO Tedhros Adhanom Ghebreyesus telah memperingatkan perlambatan penyebaran epidemi ini harus dilihat dengan sangat hati-hati. 

Baca Juga: Bursa Asia dibuka bervariasi, di tengah kekhawatiran bertambahnya korban virus corona

"Wabah ini masih bisa mengarah ke segala arah," katanya dalam sebuah pengarahan di Jenewa.

Lebih dari 1.300 orang meninggal akibat virus corona dengan total kasus di seluruh dunia mencapai lebih dari 60.000 kasus.

 




TERBARU

Close [X]
×