kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.113   81,41   1,01%
  • KOMPAS100 1.143   10,78   0,95%
  • LQ45 827   6,17   0,75%
  • ISSI 288   3,89   1,37%
  • IDX30 430   3,27   0,77%
  • IDXHIDIV20 517   3,70   0,72%
  • IDX80 128   1,26   1,00%
  • IDXV30 141   1,87   1,34%
  • IDXQ30 140   0,91   0,65%

Bursa Asia berakhir mixed di akhir pekan


Sabtu, 15 November 2014 / 15:00 WIB
Bursa Asia berakhir mixed di akhir pekan
ILUSTRASI. Cara Efektif Mencegah Paru-Paru Basah


Sumber: Bloomberg | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

TOKYO. Bursa Asia berakhir mixed pada transaksi akhir pekan kemarin (14/11). Berdasarkan data Reuters, indeks Nikkei 225 Stock Average berhasil naik 0,56%. Kenaikan juga terlihat pada indeks Hang Seng Hong Kong sebesar 0,28% dan indeks S&P/ASX 200 Australia sebesar 0,21%.

Adapun indeks Shanghai China turun 0,26%. Demikian pula halnya dengan indeks Kospi Korea Selatan yang turun 0,78%.

Analis menilai, pergerakan bursa Asia seiring dengan aksi wait and see pelaku pasar terhadap sejumlah data ekonomi di kawasan regional. Salah satunya adalah rencana diumumkannya data Produk Domestik Bruto Jepang kuartal III yang dijadwalkan akan diumumkan Senin (17/11) mendatang.

Sementara itu, ekonomi Malaysia hanya tumbuh 5,6% pada periode Juli-September, sejalan dengan ekspektasi. Padahal, pada kuartal sebelumnya, pertumbuhan Malaysia mencapai 6,4%.

Sedangkan di India, tingkat inflasi secara keseluruhan menurun untuk bulan kelima pada Oktober menjadi 1,77%. Ini merupakan level terendah dalam lima tahun terakhir.

Faktor-faktor penyokong bursa Asia pekan ini adalah spekulasi bahwa Perdana Menteri Shinzo Abe akan menunda penerapan kenaikan pajak penjualan dan akan mempercepat pelaksanaan pemilu.

"Setiap isu yang berkembang dari Jepang masih diberlakukan sebagai fakta oleh pelaku pasar. Kondisi ini yang membuat mata uang yen dan pasar saham bergerak liar," jelas IG market strategist evan Lucas.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×